Headline.co.id, Malang ~ Sekitar 800 mahasiswa lintas fakultas mengikuti forum “I League Goes to Campus” di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (12/10/2026). Kegiatan yang digelar melalui kerja sama PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan UMM itu membahas perkembangan industri sepak bola modern, kolaborasi akademik, serta penerapan sport science. Forum tersebut menghadirkan pengelola liga, manajemen Arema FC, perwakilan BRI, akademisi, dan pemain untuk membahas peluang pengembangan ekosistem sepak bola nasional.
Selain membedah transformasi industri, diskusi I League Goes to Campus UMM juga mengulas peluang karier mahasiswa di bidang bisnis, medis, hukum olahraga, penyiaran, manajemen suporter, hingga riset berbasis data. Ketua Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) UMM, Frendy Aru Fantiro, M.Pd., menjadi moderator dalam kegiatan tersebut.
Narasumber yang hadir lain Manajer Media dan Public Relation PT LIB Hanif Murjani, Manager Operasional Arema FC Sudarmaji, Chief Business and Commercial (COB) Arema FC Irma Priyanti, Branch Office Head BRI Malang Soekarno Hatta Johanes Alfred Simanjuntak, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni UMM Dr. Tatag Muttakin, serta pemain Arema FC Hanif Sjahbandi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Hubungan Historis UMM dan Arema FC
Manager Operasional Arema FC Sudarmaji mengawali diskusi dengan memaparkan hubungan historis Arema FC dan UMM. Menurut dia, UMM pernah membantu Arema ketika klub mengalami krisis finansial pada kompetisi Liga Indonesia VI musim 1999-2000.
Di bawah kepemimpinan Rektor UMM saat itu, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, UMM menjadi sponsor darurat bagi Arema. Nama UMM bahkan ditempel secara manual menggunakan stiker di punggung jersey pemain agar tim dapat berangkat ke babak delapan besar di Jakarta.
“Hubungan ini bukan sekadar sponsorship komersial, tapi jejak sejarah dan solidaritas kultural yang abadi,” ujar Sudarmaji di hadapan peserta diskusi.
Ia mengatakan dukungan UMM berlanjut hingga sekarang, lain melalui penyediaan fasilitas lapangan latihan resmi. UMM juga menjadi lokasi Munas 2024 di Dome UMM yang melahirkan Presidium Aremania Utas. Selain itu, budaya suporter berupa flashmob diadopsi dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru atau Pesmaba.
Sudarmaji mendorong agar hubungan operator kompetisi, klub, dan akademisi dikembangkan melalui konsep Triple Helix.
“Kini saatnya kolaborasi ini melangkah lebih jauh menuju Triple Helix: menghubungkan operator kompetisi, klub, dan akademisi untuk memperkuat ekosistem industri sepak bola nasional,” katanya.
Bisnis Sepak Bola Beralih ke Ekosistem Digital
COB Arema FC Irma Priyanti menjelaskan perubahan model bisnis sepak bola Indonesia. Menurut dia, industri sepak bola tidak lagi hanya bergantung pada pemasukan tiket atau gate receipts, tetapi telah berkembang menuju ekosistem komersial berbasis teknologi.
Arema FC, kata Irma, memiliki ekosistem digital dengan total jangkauan lebih dari 4,38 juta pengikut di berbagai platform. Klub juga didukung rating siaran televisi nasional yang stabil serta lini bisnis non-olahraga, seperti Arema Store, Arema Axcess, dan merchandise retail.
“Sepak bola modern tidak hanya soal 90 menit di lapangan. Ada potensi komersial luar biasa mulai dari jersey placement, digital collaboration, sponsor activation, hingga monetisasi merchandise,” jelas Irma.
Ia menyebut mahasiswa dari berbagai bidang, seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Teknik, Kedokteran, dan Hukum, memiliki peluang berkarier di industri sepak bola.
Sport Science dan Kebutuhan SDM Industri
Perwakilan I League, Hanif Murjani, menyambut kesiapan UMM dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk industri sepak bola. Ia mengutip riset BRI Research Institute dua tahun lalu yang mencatat perputaran uang dalam industri sepak bola mencapai Rp10,4 triliun.
Hanif juga mengapresiasi pengembangan bidang sport science dan sport medicine di UMM. Pengembangan tersebut mencakup Fakultas Kedokteran dan Fisioterapi serta embrio Program Studi Keolahragaan di FKIP yang diarahkan menuju pembentukan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).
“Dunia sepak bola profesional hari ini membutuhkan kualifikasi tenaga ahli yang terstruktur. Sinergi I League, Arema FC, dan UMM diharapkan dapat mendorong tata kelola manajemen suporter, hukum olahraga, hingga bisnis masuk dalam kurikulum perguruan tinggi maupun program magang,” tutur Hanif.
Ketua Pelaksana I-League Goes to Campus di UMM, Abdul Rahman Muzaki, mengatakan program tersebut melibatkan mahasiswa dari delapan program studi. Keterlibatan lintas program studi itu ditujukan untuk mendukung kemajuan industri sepak bola nasional.
“Harapannya, dengan adanya kerja sama ini nanti UMM bisa membantu untuk memajukan industri sepak bola yang ada di Indonesia,” ujar Abdul Rahman.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Mahasiswa berdiskusi mengenai peluang magang, tata kelola matchday, serta penerapan data analytics dalam strategi pertandingan sepak bola modern. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas kontribusi akademisi dalam bidang medis, penyiaran, bisnis, dan riset berbasis data untuk mendukung ekosistem sepak bola Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















