Headline.co.id, Jakarta ~ Industri olahraga dinilai memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat, berkarakter, disiplin, dan mampu bersaing secara global. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan hal itu dalam Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika 2025 dan Kick-Off Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Menurut Pratikno, pengembangan industri olahraga harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, termasuk warga di sekitar kawasan Mandalika. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem olahraga yang inklusif dan berkelanjutan agar prestasi global tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
Pratikno mengatakan olahraga perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan manusia. Kesehatan, menurut dia, merupakan fondasi utama untuk mencetak SDM unggul yang mampu berkontribusi dalam pembangunan.
“Pertama tentu saja mengarusutamakan olahraga. Jadi saya selalu bilang kalau di kampus ke mahasiswa saya, IP Anda bisa 4, tapi kalau Anda sakit IP Anda adalah 4 kali 0,” kata Pratikno.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Industri olahraga dan pembentukan karakter
Selain menjaga kesehatan fisik, olahraga dinilai berperan dalam membentuk karakter dan sportivitas. Pratikno menyebut proses untuk mencapai prestasi membutuhkan kedisiplinan tinggi, mulai dari pola makan, waktu istirahat, hingga latihan.
“Disiplin untuk menjadi juara, waduh itu disiplinnya luar biasa. Mulai disiplin makan, disiplin istirahat, disiplin latihan, luar biasa,” ujar Menko PMK.
Menurut Pratikno, nilai-nilai tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan robotika. Kemajuan teknologi, kata dia, tetap harus diarahkan oleh karakter manusia agar memberikan manfaat bagi kemanusiaan dan kemajuan bangsa.
“Bukan hanya robotik, bukan hanya advance robotik tetapi AI, apalagi yang harus dipertahankan oleh manusia. Ya karakter, karakter untuk menjaga teknologi itu punya manfaat bagi kemanusiaan, bagi kemajuan bangsa,” katanya.
Ia juga menyebut olahraga dapat menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, industri olahraga tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga memiliki dimensi pembangunan manusia dan penggerak perekonomian.
Prestasi global harus berdampak bagi masyarakat
Pratikno menekankan peningkatan daya saing global harus berjalan beriringan dengan prinsip tidak meninggalkan masyarakat lain. Indonesia, menurut dia, perlu membangun manusia yang mampu berkompetisi dan menjadi juara, sekaligus memastikan manfaat kemajuan tersebut dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Di satu sisi kita harus membuat manusia Indonesia itu globally kompetitif, menjadi juara. Tapi di sisi lain no one left behind, tidak ada yang tertinggal,” ujarnya.
Ia mengibaratkan prestasi global sebagai lokomotif yang harus menarik gerbong ekonomi dan masyarakat di belakangnya. Dengan perumpamaan itu, Pratikno menegaskan perkembangan industri olahraga tidak boleh berjalan sendiri tanpa memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Dalam konteks tersebut, ia mencontohkan pengembangan kawasan Mandalika. Event olahraga berskala internasional seperti MotoGP Mandalika dinilai perlu menjadi bagian dari ekosistem yang menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Jangan sampai lokomotif jalan sendirian. Itu namanya bukan kereta api, itu namanya langsir, hanya mau puter saja,” katanya.
Mandalika sebagai etalase Indonesia
Pratikno menilai pembangunan industri olahraga perlu diarahkan pada pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Arah tersebut mencakup keterlibatan masyarakat lokal serta keberlanjutan penyelenggaraan kegiatan olahraga, baik dari sisi pembiayaan maupun ekosistem ekonomi yang terbentuk.
Menurut dia, kawasan Mandalika memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Kawasan tersebut tidak hanya dapat menjadi lokasi penyelenggaraan event olahraga internasional, tetapi juga berperan sebagai etalase Indonesia dalam berbagai aspek.
“Jadi, Bapak-Ibu sekalian, saya kira hanya itu kami dari Kemenko PMK yang mandatnya adalah pembangunan manusia dan kebudayaan, globally competitive, tapi sekaligus no one left behind, agar kita terus menjaga bagaimana industri olahraga ini inclusive and sustainable growth,” ujar Pratikno.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















