Highlight Berita:
Headline.co.id, Philadelphia ~ Bintang pop Inggris Ed Sheeran akhirnya menyampaikan komentar mengenai situasi di Gaza ketika North America Loop Tour miliknya kembali berlangsung di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Pennsylvania, Sabtu malam. Di hadapan penonton, Sheeran menyebut situasi di Gaza sebagai 'katastropik', 'tidak dapat dibenarkan', dan 'tidak proporsional'. Pernyataan itu disampaikan setelah rangkaian turnya diliputi kontroversi akibat pencoretan rapper Amerika Serikat Macklemore dari daftar penampil pembuka menyusul komentar pro-Palestina yang disampaikannya dalam sebuah konser di New Jersey pada awal bulan ini. Kontroversi kemudian meluas setelah seluruh empat penampil pendukung Sheeran mundur dan menyatakan dukungan kepada warga Palestina. Al Jazeera
Pernyataan Sheeran menjadi komentar pertamanya mengenai kontroversi yang mengguncang rangkaian tur tersebut. Sebelumnya, penyanyi itu menghadapi kritik setelah Macklemore tidak lagi masuk dalam jajaran penampil pembuka, sementara komentar rapper tersebut mengenai Palestina mendapat reaksi dari pemilik stadion yang dijadwalkan menjadi lokasi pertunjukan Sheeran berikutnya. Sheeran membantah bahwa dirinya berada di balik keputusan tersebut dan menyatakan keputusan pencoretan Macklemore dilakukan oleh promotor tur. Al Jazeera
Ed Sheeran Sampaikan Sikap soal Situasi Gaza
Saat membuka penampilannya di Philadelphia, Sheeran secara terbuka menyampaikan pandangannya mengenai kondisi di Gaza. Ia menggunakan tiga istilah untuk menggambarkan situasi tersebut, yakni 'katastropik', 'tidak dapat dibenarkan', dan 'tidak proporsional'. Pernyataan itu muncul di tengah tekanan publik terhadap penyanyi tersebut setelah persoalan yang bermula dari pencoretan Macklemore berkembang menjadi pengunduran diri sejumlah musisi dari rangkaian tur. Al Jazeera
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Konser di Lincoln Financial Field sekaligus menandai berlanjutnya tur Sheeran setelah polemik tersebut. Berdasarkan laporan yang dikutip dalam bahan sumber, waktu mulai konser mundur sekitar dua setengah jam karena tidak ada penampil pembuka. Sheeran pada akhirnya tampil seorang diri di atas panggung. Al Jazeera
Empat Penampil Pendukung Mundur dari Tur
Kontroversi semakin besar setelah seluruh empat penampil pendukung Sheeran memilih mundur dari rangkaian tur. Mereka menyampaikan pernyataan publik yang mengaitkan keputusan tersebut dengan dukungan mereka terhadap warga Palestina. Salah satu musisi yang mundur adalah Finneas, penyanyi Amerika Serikat yang juga dikenal sebagai saudara sekaligus kolaborator musik Billie Eilish. Al Jazeera
Finneas sebelumnya telah menyampaikan sikap terbuka mengenai Palestina. Melalui Instagram pada Selasa sebelumnya, ia menegaskan bahwa seniman harus tetap dapat menyuarakan pandangannya mengenai kelompok yang mengalami penindasan.
'Seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka berbicara untuk mereka yang tertindas. Saya berdiri bersama Palestina dan rakyatnya,' kata Finneas. Al Jazeera
Finneas dan Billie Eilish sebelumnya juga telah dikenal menyampaikan dukungan terhadap Palestina. Pengunduran diri Finneas bersama tiga penampil pendukung lainnya membuat konser Sheeran di Philadelphia berlangsung tanpa aksi pembuka, sehingga penyanyi tersebut tampil solo ketika tur dilanjutkan. Al Jazeera
Demonstran Pro-Palestina Berkumpul di Luar Stadion
Sebelum konser berlangsung, sekitar 50 demonstran pro-Palestina berkumpul di luar Lincoln Financial Field. Mereka membawa bendera Palestina dan meneriakkan seruan 'Bebaskan, bebaskan Palestina'. Aksi tersebut berlangsung ketika para penonton mulai mendatangi stadion untuk menyaksikan konser Sheeran. Al Jazeera
Salah satu peserta aksi adalah Hillary Steinberg, 34 tahun, warga Philadelphia. Steinberg mengatakan dirinya sebenarnya telah membeli tiket konser sekitar satu tahun sebelumnya, tetapi kemudian meminta pengembalian dana dan memilih mengikuti demonstrasi karena kecewa terhadap sikap Sheeran dalam kontroversi tersebut.
'Sampai pekan ini, saya adalah penggemar berat Ed Sheeran. Saya pikir semua seni bersifat politis dan semua musik bersifat politis, sehingga pilihan ini, meskipun dia mengatakan bahwa dirinya tidak terlibat, tetap merupakan pilihan politik,' kata Steinberg. Al Jazeera
Penonton Berbeda Pandangan soal Kontroversi
Di sisi lain, kontroversi tersebut tidak mengubah keputusan sebagian penonton untuk menghadiri konser. Joy VanRuler, 55 tahun, warga Pottstown, Pennsylvania, mengatakan dirinya mendukung Sheeran sekaligus Macklemore dan tidak menganggap pertunjukan musik harus berubah menjadi persoalan politik.
'Ini tidak perlu menjadi politik. Ini tentang musik, dan kami mendukung keduanya dan semuanya baik-baik saja,' kata VanRuler. Al Jazeera
Perbedaan pandangan antara demonstran dan penonton menunjukkan respons yang muncul di sekitar konser setelah pencoretan Macklemore. Di tengah polemik tersebut, Sheeran melanjutkan pertunjukannya di Philadelphia sambil untuk pertama kalinya menyampaikan secara langsung pandangannya mengenai situasi di Gaza. Al Jazeera
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















