Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Pasukan keamanan Suriah menangkap lima mantan perwira angkatan udara yang dituduh terlibat dalam serangan udara terhadap warga sipil pada masa pemerintahan Presiden terguling Bashar al-Assad. Penangkapan dilakukan melalui serangkaian operasi yang dikoordinasikan dengan Direktorat Kontraterorisme, sebagaimana disampaikan kepala Pasukan Keamanan Internal Suriah di Provinsi Tartous pada Jumat. Para mantan perwira itu diduga terlibat dalam perencanaan, pengarahan, dan pelaksanaan serangan udara terhadap kawasan berpenduduk dengan menggunakan pesawat, pangkalan udara, serta pusat komando lapangan. Penyelidikan masih berlangsung sebelum para tersangka diserahkan untuk menjalani proses persidangan.
Kepala keamanan tersebut, Kolonel Abdul Aal Mohammad Abdul Aal, menjelaskan bahwa lima orang yang ditahan mencakup pilot, komandan lapangan, dan perwira yang pernah bertugas di ruang operasi pada masa pemerintahan sebelumnya. Penangkapan itu berfokus pada dugaan peran masing-masing perwira dalam operasi udara yang berdampak terhadap kawasan sipil.
Lima Mantan Perwira Ditangkap dalam Operasi Terkoordinasi
Lima orang yang ditahan diidentifikasi sebagai Mayor Jenderal Mohammad Fajr Ali, Brigadir Jenderal pilot Abdullah Ali Mualla, Kolonel pilot Nidal Hussein Saleh, Kolonel Mohammad Ali Salim, serta Letnan Kolonel pilot Talib Abdul Karim Hassan. Mereka ditangkap dalam serangkaian operasi yang dilakukan dengan koordinasi antara pasukan keamanan dan Direktorat Kontraterorisme.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam pernyataan pasukan keamanan, para mantan perwira tersebut disebut terlibat 'dalam menggunakan angkatan udara, pangkalan udara, dan pusat komando lapangan untuk melakukan serangan udara tempur intensif yang menargetkan daerah berpenduduk'. Tuduhan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan terhadap kegiatan operasi udara pada masa pemerintahan al-Assad.
Abdul Aal mengatakan posisi dan tanggung jawab setiap orang yang ditahan menjadi bagian penting dalam pemeriksaan. Para penyelidik menelusuri peran masing-masing, mulai dari proses perencanaan dan pengarahan hingga pelaksanaan serangan udara.
Catatan Militer Jadi Bagian Penyelidikan
Menurut Abdul Aal, hasil penyelidikan dan catatan militer mengindikasikan bahwa kelima mantan perwira tersebut, sesuai jabatan dan tanggung jawab masing-masing, terlibat dalam perencanaan, pengarahan, serta pelaksanaan serangan udara. Otoritas keamanan menggunakan catatan tersebut untuk menelusuri struktur tanggung jawab dalam operasi yang sedang diselidiki.
Kepala keamanan itu menyatakan pesawat, pangkalan udara, dan pusat komando lapangan digunakan untuk menjalankan serangan intensif terhadap kawasan berpenduduk. Serangan-serangan tersebut disebut mengakibatkan kerusakan lingkungan permukiman dan infrastruktur, memicu pengungsian paksa, serta menyebabkan banyak korban.
Pernyataan tersebut menempatkan dugaan penggunaan fasilitas dan rantai komando militer sebagai bagian utama pemeriksaan. Namun, proses penyelidikan terhadap lima mantan perwira itu belum selesai dan perkara mereka belum memasuki tahap persidangan.
Penyelidikan Berlanjut Sebelum Perkara Dibawa ke Pengadilan
Pasukan keamanan Suriah menyatakan penyelidikan masih berjalan sebelum para tersangka dirujuk untuk menjalani proses pengadilan. Dengan demikian, dugaan keterlibatan kelima mantan perwira tersebut masih berada dalam proses pemeriksaan oleh otoritas keamanan.
Kasus tersebut berkaitan dengan periode perang saudara Suriah yang berlangsung lebih dari 13 tahun dan merenggut lebih dari setengah juta jiwa. Pada masa konflik, pasukan Suriah berulang kali menggempur wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak sebelum pemerintahan al-Assad akhirnya jatuh.
Pemerintahan yang berkuasa saat ini mengambil alih setelah Bashar al-Assad digulingkan pada Desember 2024. Sejak perubahan pemerintahan itu, otoritas Suriah telah menangkap puluhan mantan pejabat keamanan yang sebelumnya bertugas di bawah pemerintahan al-Assad.
Penangkapan Mantan Pejabat Era Assad Terus Berlangsung
Penangkapan lima mantan perwira tersebut bukan langkah pertama yang dilakukan otoritas Suriah terhadap personel angkatan udara dari pemerintahan sebelumnya. Pada awal September 2026, pihak berwenang Suriah menyatakan telah menangkap sembilan mantan pilot, termasuk tiga jenderal, yang dituduh ikut terlibat dalam pengeboman mematikan terhadap sejumlah kota dan desa pada masa pemerintahan al-Assad.
Pada Agustus 2026, Suriah juga menjatuhkan hukuman mati secara in absentia terhadap Bashar al-Assad, saudaranya Maher al-Assad, serta lima mantan pejabat keamanan terkait kekejaman yang dilakukan selama perang saudara.
Bashar al-Assad meninggalkan Suriah ketika pemerintahannya runtuh. Mantan presiden tersebut diyakini berada di Rusia. Sementara itu, otoritas Suriah terus menjalankan penyelidikan terhadap mantan pejabat dan personel keamanan yang diduga memiliki peran dalam operasi pada masa konflik.



















