Highlight Berita:
Headline.co.id, London ~ Pengadilan di London membebaskan Sarah Cotte, perempuan Inggris berusia 22 tahun, dari dakwaan menyatakan dukungan terhadap Hamas melalui pidato yang disampaikannya di luar School of Oriental and African Studies atau SOAS pada 9 Oktober 2023. Juri di Central Criminal Court atau Old Bailey pada Jumat menyatakan Cotte tidak bersalah setelah persidangan selama sepekan. Jaksa sebelumnya menuduh pernyataannya dua hari setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok yang ditetapkan sebagai organisasi teroris berdasarkan hukum Inggris. Cotte membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa pidatonya merupakan dukungan terhadap hak warga Palestina untuk melawan.
Perkara berpusat pada pernyataan Cotte dalam pidatonya yang menyatakan 'solidaritas tanpa syarat' terhadap perlawanan Palestina. Jaksa menilai ungkapan tersebut sebagai 'rujukan terselubung' kepada Hamas, sedangkan Cotte berulang kali menolak penyamaan antara dukungan terhadap perlawanan Palestina dan dukungan terhadap Hamas.
'Saya tidak mendukung Hamas dan saya tidak pernah mendukung Hamas. Saya mendukung hak untuk melawan,' kata Cotte dalam persidangan.
Jaksa Menilai Pernyataan Cotte Merujuk pada Hamas
Jaksa mendalilkan bahwa pidato tersebut disampaikan dalam konteks serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Dua hari setelah serangan itu, Cotte yang saat itu masih menjadi mahasiswa SOAS menyampaikan pidato di luar kampus dan mengutarakan dukungan kepada perlawanan Palestina.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pada hari terakhir persidangan, Cotte kembali membantah bahwa dirinya menyatakan dukungan terhadap Hamas. Ia menegaskan bahwa yang dibelanya adalah hak warga Palestina untuk melakukan perlawanan, bukan dukungan kepada organisasi tertentu.
Ketika menjelaskan komentarnya mengenai serangan 7 Oktober, Cotte mengatakan pembunuhan terhadap warga sipil selalu merupakan tragedi. Namun, ia membedakan antara memahami mengapa sebuah peristiwa terjadi dan menyetujuinya.
'Saya pikir mengatakan bahwa sesuatu dapat dipahami dan menyetujuinya adalah dua hal yang berbeda. Jadi saya pikir itu dapat dipahami dan bisa dibenarkan,' ujarnya kepada juri.
Cotte juga mengatakan bahwa menurut pandangannya bukan perannya untuk menentukan syarat terhadap perjuangan rakyat Palestina. Pernyataan-pernyataan tersebut menjadi bagian dari pembelaannya bahwa pidato di SOAS tidak dimaksudkan sebagai dukungan kepada Hamas.
Cotte Tegaskan Dukungan pada Hak untuk Melawan
Setelah putusan dibacakan, Cotte menilai keputusan juri berkaitan dengan sikap masyarakat terhadap dukungan Inggris terhadap Zionisme. Ia mengatakan selama proses persidangan dirinya tetap mempertahankan pembahasan mengenai perjuangan Palestina, dukungan Inggris terhadap Zionisme, serta hak orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap isu tersebut.
'Saya tidak pernah mengecam hak untuk melakukan perjuangan bersenjata di Palestina,' kata Cotte setelah putusan.
Ia mengatakan tidak membiarkan perkara tersebut semata-mata diarahkan pada perdebatan yang menurutnya dikehendaki kalangan Zionis. Sebaliknya, Cotte menyatakan menggunakan proses tersebut sebagai kesempatan untuk membicarakan isu yang dianggapnya penting, termasuk perjuangan Palestina dan hak masyarakat untuk menyuarakan pandangan mereka.
Cotte juga menyebut putusan bebas tersebut dapat memberi energi baru bagi gerakan solidaritas. Ia menyatakan dukungan kepada rakyat Palestina dan hak mereka menjadi pelaku dalam perjuangan untuk memperoleh kebebasan.
Hamas Dilarang Sepenuhnya di Inggris sejak 2021
Hamas secara keseluruhan secara resmi dimasukkan pemerintah Inggris dalam daftar organisasi terlarang pada akhir 2021, setelah sayap politiknya turut dilarang. Sayap militernya, Brigade Qassam, telah lebih dahulu masuk daftar organisasi terlarang sejak 2001.
Berdasarkan ketentuan yang disebut dalam perkara tersebut, orang yang dinyatakan bersalah memberikan dukungan kepada kelompok terlarang dapat menghadapi hukuman penjara hingga 14 tahun. Dalam kasus Cotte, juri menyimpulkan dakwaan terkait pidato di SOAS tidak terbukti.
Kepala Public Advocacy CAGE International, Anas Mustapha, menanggapi putusan tersebut dengan mengatakan bahwa hasil persidangan menunjukkan masyarakat tidak menerima kriminalisasi terhadap ucapan yang mendukung hak warga Palestina untuk melawan pendudukan.
'Sarah Cotte telah dinyatakan tidak bersalah, dan kami gembira untuk dia, keluarganya, serta semua orang yang mendampinginya selama lebih dari dua setengah tahun penyelidikan dan proses pengadilan,' kata Mustapha.
Perkara Berlangsung Lebih dari Dua Tahun
Pidato yang menjadi dasar perkara disampaikan Cotte pada 9 Oktober 2023, dua hari setelah serangan Hamas terhadap Israel. Ia kemudian ditangkap pada 31 Januari 2024 terkait pidato tersebut.
Sebelum putusan terbaru di Old Bailey, Cotte juga telah menghadapi dakwaan kedua mengenai dugaan pernyataan dukungan kepada Hamas dalam percakapan grup WhatsApp. Dalam persidangan sebelumnya, ia juga dinyatakan tidak bersalah atas dakwaan tersebut.
Dengan putusan juri pada Jumat, Cotte dibebaskan dari dakwaan mengenai pidato yang disampaikannya di luar SOAS. Putusan tersebut menutup proses persidangan selama sepekan dalam perkara yang bermula dari pernyataannya pada Oktober 2023.

















