Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Kelompok Houthi di Yaman mengklaim Saudi Arabia melancarkan 26 serangan terhadap wilayah yang berada di bawah kendali mereka dalam 24 jam terakhir ketika pertempuran antara kedua pihak kembali meningkat. Eskalasi terjadi di tengah bentrokan antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi Arabia dan kelompok Houthi di sejumlah front. Pertempuran yang semakin intensif juga memicu kekhawatiran internasional karena perkembangan di sekitar Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb dinilai dapat berdampak terhadap keamanan pelayaran dan perdagangan global.
Pada Jumat, Houthi menyatakan serangan Saudi Arabia terhadap wilayah yang mereka kuasai telah mencapai 300 kali selama sepekan terakhir. Serangan tersebut, menurut kelompok itu, menyasar berbagai posisi di kawasan yang berada di bawah kendali mereka.
Houthi Klaim Ratusan Serangan dalam Sepekan
Klaim mengenai 26 serangan dalam sehari muncul ketika konflik Yaman memasuki fase eskalasi baru. Pertukaran serangan terjadi setelah meningkatnya pertempuran antara militer pemerintah Yaman dan pasukan Houthi di sejumlah wilayah pada pekan ini.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Puluhan ribu orang juga turun ke jalan di Sanaa pada Jumat untuk menunjukkan dukungan kepada Houthi dan menentang Saudi Arabia. Aksi itu berlangsung ketika Houthi terus mencatat kemajuan wilayah yang membuat sebagian besar kawasan pantai Laut Merah Yaman, termasuk Selat Bab al-Mandeb yang strategis, berada di bawah kendali mereka.
Bab al-Mandeb menjadi perhatian karena merupakan salah satu jalur penting bagi perdagangan global. Perkembangan militer di sekitar kawasan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik Yaman dapat berdampak lebih luas terhadap keamanan maritim.
Pertempuran di Taiz Tewaskan Puluhan Houthi
Pemerintah Yaman yang didukung Saudi Arabia mengatakan pada Jumat bahwa pasukannya telah menewaskan 30 anggota Houthi dan melukai lebih dari 60 lainnya dalam bentrokan di distrik al-Waziiyah, Provinsi Taiz. Wilayah tersebut menjadi salah satu dari sejumlah front yang mengalami peningkatan pertempuran pada pekan ini.
Pada awal pekan ini, serangan yang semakin intensif antara pemerintah Yaman dan Houthi dilaporkan telah menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk tiga anak. Laporan dari kedua pihak menunjukkan korban muncul akibat rangkaian serangan yang terjadi di beberapa wilayah.
Saudi Arabia mengatakan satu orang tewas di Kegubernuran Taif setelah sebuah drone Houthi dicegat. Sementara itu, media yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan adanya korban jiwa akibat serangan Saudi Arabia di Taiz dan kota Abs.
Dewan Keamanan PBB Soroti Ancaman terhadap Laut Merah
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam berlanjutnya serangan Houthi terhadap Saudi Arabia. Dewan menyatakan serangan tersebut telah menyebabkan korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, serta merusak infrastruktur energi.
'Eskalasi militer yang dilakukan Houthi di Yaman, serangan mereka yang terus berlanjut terhadap Saudi Arabia, serta serangan dan ancaman terhadap pelayaran internasional di Laut Merah, bersama dengan kemajuan Houthi di dekat Selat Bab al-Mandeb, merupakan faktor-faktor yang mengancam memperluas konflik, membahayakan keamanan maritim dan perdagangan internasional, serta merusak upaya regional dan internasional untuk mencapai perdamaian di Yaman,' demikian pernyataan anggota Dewan Keamanan PBB pada Jumat.
Anggota Dewan Keamanan juga menyatakan sangat prihatin terhadap laporan bahwa sedikitnya 125.000 orang telah mengungsi di berbagai wilayah Yaman sejak awal September. Mereka menuntut penghentian segera serangan Houthi, menyampaikan solidaritas kepada Saudi Arabia, dan menegaskan hak kerajaan tersebut untuk membela diri berdasarkan hukum internasional.
Amerika Serikat Bertemu Perwakilan Houthi
Eskalasi konflik turut mendorong keterlibatan diplomatik Amerika Serikat. Para pejabat AS bertemu dengan perwakilan Houthi di Kedutaan Besar AS di Muscat, ibu kota Oman, pada akhir pekan setelah kemajuan wilayah kelompok tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai pelayaran melalui Bab al-Mandeb.
Houthi dilaporkan memberikan jaminan kepada Washington bahwa kapal-kapal yang tidak terkait dengan Saudi Arabia tidak akan menjadi sasaran. Pertemuan tersebut berlangsung ketika keamanan jalur pelayaran menjadi salah satu perhatian utama di tengah meningkatnya pertempuran.
Saudi Arabia telah meminta Presiden AS Donald Trump melakukan serangan langsung terhadap Houthi. Namun, Washington sejauh ini menahan diri karena khawatir membuka front baru ketika Amerika Serikat masih terlibat dalam perang yang mahal dengan Iran.
Uni Eropa Tingkatkan Kesiagaan di Laut Merah
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan pada Jumat bahwa misi angkatan laut blok tersebut di Laut Merah, Operation Aspides, telah meningkatkan tingkat kesiagaan seiring memburuknya situasi di kawasan.
'Serangan Houthi terhadap Saudi Arabia tidak dapat diterima dan menyabotase ekonomi global,' kata Kallas dalam unggahan di X.
Kallas juga mengatakan telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Saudi Arabia Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mengenai upaya diplomatik untuk mengakhiri pertempuran di Yaman dan memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Perkembangan diplomatik dan peningkatan kesiagaan keamanan tersebut menunjukkan bahwa eskalasi di Yaman kini menjadi perhatian lebih luas karena berkaitan dengan keselamatan warga sipil, stabilitas kawasan, serta keamanan jalur perdagangan internasional.



















