Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Donny Ermawan Taufanto menerima audiensi Deputi IV Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Warsito, S.Si., DEA., Ph.D., di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sistem nasional pembangunan karakter untuk mendukung pembentukan sumber daya manusia yang unggul, produktif, berdaya saing, serta memiliki karakter dan moral yang kuat. Pembahasan dilakukan melalui kolaborasi Kementerian Pertahanan dan Kemenko PMK dalam menjalankan program penguatan karakter, pendidikan, pelatihan, dan kegiatan bela negara.
Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Wamenhan. Pertemuan itu juga membahas pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar program penguatan karakter dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan mendukung pembangunan nasional.
Penguatan Karakter Melalui Kolaborasi
Dalam diskusi tersebut, Donny menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi dalam pelaksanaan program pembinaan karakter. Upaya tersebut mencakup pendidikan, pelatihan, serta kegiatan bela negara.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kementerian Pertahanan menyatakan dukungan terhadap rencana penguatan sistem nasional pembangunan karakter. Kementerian itu juga memiliki peran dalam mendukung penguatan karakter dan kesadaran bela negara sebagai bagian dari pembentukan sumber daya manusia yang memiliki nilai kebangsaan dan tanggung jawab sosial.
Pembahasan mengenai penguatan karakter ditempatkan sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan, tetapi juga pada pembentukan moral dan karakter yang kuat.
Empat Perspektif Pembangunan Sumber Daya Manusia
Pertemuan Wamenhan dan Deputi IV Kemenko PMK turut membahas perspektif pembangunan sumber daya manusia yang mencakup kesehatan, kecerdasan dan kompetensi, produktivitas dan kemandirian, serta karakter dan moralitas.
Keempat aspek tersebut menjadi bagian dari pembahasan penguatan sistem nasional pembangunan karakter. Dengan demikian, pembangunan sumber daya manusia dipandang mencakup dimensi kemampuan individu sekaligus nilai dan sikap yang mendukung kehidupan bermasyarakat serta pembangunan nasional.
Penguatan karakter juga dipandang perlu dilakukan secara terpadu. Pelaksanaannya melibatkan berbagai ekosistem yang berpengaruh terhadap pembentukan karakter, mulai dari keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, tempat ibadah, hingga ruang digital.
Peran Keluarga hingga Ruang Digital
Keluarga dan masyarakat menjadi bagian dari ekosistem penguatan karakter karena keduanya berperan dalam pembentukan nilai dan perilaku. Lembaga pendidikan juga menjadi salah satu ruang penting untuk mendukung proses pembinaan karakter melalui pendidikan dan pelatihan.
Selain itu, tempat ibadah dan ruang digital turut disebut sebagai ekosistem yang perlu dilibatkan secara terpadu. Penguatan karakter melalui berbagai lingkungan tersebut diharapkan dapat berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dalam konteks pertahanan, kegiatan bela negara menjadi salah satu sarana yang dibahas untuk mendukung kesadaran kebangsaan dan tanggung jawab sosial. Kementerian Pertahanan menempatkan penguatan kesadaran bela negara sebagai bagian dari pembentukan sumber daya manusia yang memiliki nilai kebangsaan.
Sinergi Kemhan dan Kemenko PMK
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi Kementerian Pertahanan dan Kemenko PMK dalam mendukung pembangunan karakter dan jati diri bangsa.
Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program penguatan karakter secara lebih terkoordinasi dan berkelanjutan. Koordinasi tersebut diperlukan agar penguatan karakter dapat dilakukan melalui berbagai bidang dan ekosistem yang telah dibahas dalam pertemuan.
Turut mendampingi Wamenhan dalam audiensi tersebut Kabacadnas Kemhan, Dirjen Pothan Kemhan, dan Karo Turdang Setjen Kemhan. (Biro Infohan Setjen Kemhan)



















