Headline.co.id, Gresik ~ Sekitar 650 warga mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Minggu (13/9/2026). Pemeriksaan kesehatan tersebut digelar di dua lingkungan komunitas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), yakni Kantor LDII Kabupaten Gresik dan Pondok Pesantren Baitul Makmur, Kecamatan Menganti. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan CKG serentak di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan sasaran sekitar 40.000 warga LDII. Gresik dipilih sebagai salah satu daerah model pelaksanaan CKG berbasis komunitas untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
CKG Gresik Digelar di Dua Lokasi
Dari total peserta, sekitar 350 warga menjalani pemeriksaan di Kantor LDII Kabupaten Gresik. Sementara itu, sekitar 300 warga lainnya mengikuti pemeriksaan di lingkungan Pondok Pesantren Baitul Makmur.
Pelaksanaan CKG di tengah lingkungan organisasi dan pondok pesantren membuat warga dapat mengakses layanan kesehatan di ruang yang telah menjadi bagian dari aktivitas mereka. Dengan pendekatan tersebut, pemeriksaan tidak hanya bergantung pada inisiatif masyarakat untuk mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Layanan kesehatan yang hadir di lingkungan komunitas juga diharapkan dapat mendorong warga mengetahui kondisi kesehatannya lebih dini. Masyarakat diharapkan tidak menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan diri, tetapi mulai menjadikan deteksi dini dan pencegahan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
CKG Jadi Sarana Deteksi Dini dan Edukasi
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Astha Triyono mengatakan CKG merupakan bagian dari program nasional untuk memastikan masyarakat mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Menurut dia, pemeriksaan tidak hanya bertujuan menemukan persoalan kesehatan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi edukasi dan pencegahan.
Warga yang dinyatakan sehat dapat memperoleh pemahaman untuk mempertahankan kondisi tersebut. Adapun warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan dapat segera diarahkan untuk mendapatkan intervensi dan penanganan.
“Pilihan kita ada dua, ingin sakit dan berobat atau ingin menjaga kesehatan. Kalau ingin sakit tentu menjadi mahal, kalau ingin sehat menjadi murah. Kita semua ingin murah dan sehat,” ujar Erwin.
Erwin juga mendorong masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat. Upaya tersebut lain dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, beristirahat cukup, menjaga pola pikir positif, serta menghindari kebiasaan merokok.
Ia mengatakan pendekatan berbasis komunitas akan terus dikembangkan agar layanan kesehatan dapat hadir di berbagai ruang aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan yang melibatkan banyak warga.
Kolaborasi Dinkes dan LDII Diperluas
Ketua DPW LDII Jawa Timur Amrodji Konawi mengatakan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan dan memastikan kerja sama tersebut memberikan manfaat berkelanjutan.
“Upaya kolaborasi kita untuk saling berbagi tugas. Agar tidak berhenti di seremonial, tetapi berkelanjutan. Target hari ini sekitar 40.000 warga secara serentak,” kata Amrodji.
Menurut Amrodji, jaringan LDII di berbagai daerah dapat dimanfaatkan untuk membantu pemerintah mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Pondok pesantren, masjid, dan lingkungan komunitas dinilai menjadi titik strategis karena memiliki jejaring warga serta aktivitas rutin.
Pelaksanaan CKG serentak di Jawa Timur menargetkan sekitar 40.000 warga LDII. Sebelumnya, Dinas Kesehatan Jawa Timur dan LDII telah menyepakati pemanfaatan jaringan organisasi di kabupaten/kota untuk memperluas cakupan pemeriksaan.
Di Kabupaten Gresik, penguatan koordinasi layanan juga melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik bersama jajaran LDII setempat. Model tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan dengan mendatangi ruang-ruang tempat masyarakat beraktivitas.



















