Headline.co.id, Jakarta ~ Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk tim khusus untuk mencegah dan menangani peredaran tiket serta stiker palsu menjelang MotoGP Mandalika 2026. Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) itu akan bertugas selama rangkaian MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya persoalan serupa pada gelaran tahun sebelumnya. Petugas nantinya menggunakan contoh tiket dan stiker resmi dari penyelenggara sebagai pembanding untuk menertibkan tiket yang diduga palsu di lapangan.
Tim khusus Ditreskrimum fokus tangani tiket palsu
Waka Polda NTB Brigjen Polisi Hari Nugroho mengatakan, pihaknya telah meminta penyelenggara menyediakan contoh stiker dan tiket resmi. Contoh tersebut akan menjadi acuan bagi petugas dalam mengidentifikasi penggunaan tiket dan stiker yang tidak sesuai.
“Terkait dengan stiker dan tiket palsu. Tahun lalu kita tidak punya pembanding. Kita sudah minta ke penyelenggara bisa memberikan contoh seperti, sehingga ketika ada masalah yang menggunakan selain dari itu kita dengan kuat bisa menertibkan di lapangan,” kata Hari kepada wartawan setelah Rapat Persiapan MotoGP di Mataram, Senin (14/09/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut dia, keberadaan pembanding resmi diperlukan agar petugas memiliki dasar ketika melakukan penertiban. Sebelumnya, ketiadaan contoh tiket dan stiker resmi menjadi salah satu persoalan dalam penanganan dugaan tiket palsu pada pelaksanaan tahun lalu.
Ia menjelaskan, tim khusus yang dibentuk dari Ditreskrimum akan berfokus pada pencegahan dan penanganan persoalan tiket palsu selama pelaksanaan MotoGP Mandalika.
“Dengan adanya pembanding resmi, petugas dapat langsung menertibkan penggunaan tiket palsu,” ujarnya.
Polda NTB memastikan potensi peredaran tiket palsu menjadi bagian dari perhatian dalam pengamanan MotoGP Mandalika. Peredaran tiket palsu dinilai dapat merugikan penonton dan penyelenggara.
Pengamanan MotoGP Mandalika dibagi tiga fase
Selain membentuk tim khusus untuk mengantisipasi tiket palsu, Polda NTB menyiapkan skema pengamanan untuk seluruh rangkaian MotoGP Mandalika 2026. Pengamanan dibagi menjadi tiga fase, dengan jumlah personel yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerawanan dan aktivitas pada setiap tahapan.
Pada fase pra-event, sebanyak 1.350 personel akan diterjunkan. Jumlah personel ditingkatkan menjadi 2.697 orang saat hari utama pelaksanaan MotoGP.
Sementara itu, pada fase kepulangan, sebanyak 840 personel disiagakan. Personel tersebut bertugas memastikan pergerakan masyarakat berlangsung aman dan tertib setelah rangkaian kegiatan MotoGP selesai.
Pembagian pengamanan ke dalam tiga fase tersebut mencakup tahapan sebelum acara, hari utama pelaksanaan, hingga kepulangan masyarakat. Polda NTB menyatakan pengamanan tidak hanya diarahkan pada kawasan di dalam dan sekitar sirkuit, tetapi juga terhadap potensi gangguan lain, termasuk peredaran tiket palsu.
Untuk pengamanan VVIP, Korem ditetapkan sebagai penanggung jawab utama. Korem akan berkoordinasi dengan pihak MotoGP dan unsur pengamanan presiden lainnya.
Adapun kepastian kehadiran R1 masih menunggu konfirmasi resmi dari penyelenggara. Polda NTB juga masih menantikan informasi mengenai kemungkinan adanya kegiatan tambahan yang menyertai rangkaian MotoGP Mandalika.
“Kesiapan hampir selesai. Kita tinggal menunggu konfirmasi dari penyelenggara terkait ada tidaknya kegiatan tambahan yang menyertai. Ini akan mempengaruhi jumlah personel,” kata Hari.
Polda NTB menegaskan kesiapan pengamanan MotoGP Mandalika mencakup seluruh rangkaian kegiatan. Selain mengamankan pelaksanaan di Sirkuit Mandalika, aparat juga mengantisipasi persoalan yang dapat mengganggu penonton dan penyelenggara, termasuk penggunaan tiket serta stiker palsu.


















