Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Ekonom: Menkeu Baru Perlu Bikin Kebijakan Mudah Dibaca Pasar

masfajar by masfajar
1 hour ago
in Ekonomi
Reading Time: 4 mins read
418 4
A A
0
: Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berjabat tangan dengan Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr)

Ekonom: Menkeu Baru Perlu Bikin Kebijakan Lebih Mudah Dibaca Pasar (Dok. Infopublik)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Keuangan baru perlu membuat kebijakan ekonomi lebih mudah dibaca pasar, dunia usaha, perbankan, dan investor. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menyampaikan pandangan tersebut dalam keterangannya pada Selasa (15/9/2026). Menurut Fakhrul, langkah itu penting di tengah tingginya biaya modal global dan kebutuhan menjaga pertumbuhan domestik. Arah kebijakan, urutan pelaksanaan, target, serta koordinasi antarlembaga perlu dibuat lebih jelas agar pelaku ekonomi dapat memperkirakan langkah pemerintah berikutnya.

Contents

    • 0.1. Beras Fortifikasi 25 Merek Diduga Tak Sesuai Label, Ditindak
    • 0.2. Sertijab Menkeu, Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu
  • 1. Urutan Kebijakan Ekonomi Perlu Diperjelas
  • 2. Koordinasi Antarlembaga Jadi Kunci
  • 3. Disiplin Anggaran Tidak Hanya Soal Defisit
  • 4. Penerimaan Perlu Diikuti Formalisasi Ekonomi

Fakhrul menilai kredibilitas fiskal tetap menjadi pijakan bagi Menteri Keuangan baru. Namun, kredibilitas tersebut tidak cukup diukur dari angka defisit. Pasar juga memperhatikan arah kebijakan, pihak yang menjalankan, waktu pelaksanaan, serta dampak setelah kebijakan diterapkan.

You might also like

: Menteri Pertanian (Mentan) yang juga selaku Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan terhadap 25 merek beras yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi namun diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label. (Dok. Kementan)

Beras Fortifikasi 25 Merek Diduga Tak Sesuai Label, Ditindak

15 September 2026
: Kementerian Keuangan menggelar Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara, di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Selasa (15/9/2026). (Tangkapan Layar Kanal YouTube Kemenkeu RI)

Sertijab Menkeu, Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu

15 September 2026

“Pasar bukan hanya membaca berapa besar defisit. Pasar membaca ke mana kebijakan akan pergi, siapa yang menjalankannya, kapan dilakukan, dan apa yang terjadi setelahnya. Kredibilitas akhirnya adalah kemampuan membuat masa depan sedikit lebih mudah dibaca,” ujar Fakhrul.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Urutan Kebijakan Ekonomi Perlu Diperjelas

Menurut Fakhrul, tantangan membuat kebijakan ekonomi lebih mudah dibaca semakin penting karena instrumen yang dimiliki pemerintah semakin beragam. Pemerintah memiliki APBN, Saldo Anggaran Lebih (SAL), surat berharga negara (SBN), BUMN, Danantara, serta perusahaan pembiayaan pemerintah.

Di sisi lain, Bank Indonesia mengelola suku bunga, SRBI, likuiditas, dan stabilitas rupiah. Dengan banyaknya instrumen tersebut, persoalan utama bukan lagi kekurangan alat kebijakan, melainkan memastikan seluruh instrumen bekerja dalam urutan yang tepat.

Fakhrul menyebut policy sequence atau urutan kebijakan sebagai salah satu pekerjaan penting Menteri Keuangan baru. Setiap kebijakan, kata dia, perlu menjelaskan siapa yang bertindak, kapan kebijakan dijalankan, dan target yang ingin dicapai.

“Kita sudah mempunyai banyak alat. PR berikutnya adalah menentukan siapa melakukan apa, kapan, dan untuk mencapai target apa. Kebijakan yang baik tetapi datang dalam urutan yang salah tetap dapat menghasilkan outcome yang buruk,” katanya.

Ia mencontohkan keputusan menempatkan atau menarik SAL perlu memperhitungkan operasi likuiditas Bank Indonesia. Strategi penerbitan SBN juga perlu mempertimbangkan kondisi pasar keuangan dan kebutuhan arus modal.

Koordinasi Antarlembaga Jadi Kunci

Fakhrul menilai koordinasi kebijakan tidak berarti seluruh lembaga harus mengambil langkah yang sama. Hal yang lebih penting adalah setiap institusi memahami tindakan lembaga lain dan dampaknya terhadap neraca perekonomian.

“Koordinasi bukan berarti semua institusi harus melakukan hal yang sama. Koordinasi berarti mereka tahu apa yang sedang dilakukan institusi lain dan memahami bagaimana neracanya saling bertemu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar memperjelas tujuan dari setiap instrumen yang digunakan. Likuiditas, rendahnya yield, dan defisit yang kecil bukan tujuan akhir kebijakan ekonomi, melainkan instrumen atau indikator untuk mencapai sasaran yang lebih besar.

“Kalau SAL ditempatkan di bank, kita harus tahu apa yang ingin dicapai: cost of fund, kredit, investasi atau pertumbuhan. Kalau yield dijaga, kita juga harus tahu untuk tujuan apa dan sampai kapan. Instrumen jangan berubah menjadi target,” kata Fakhrul.

Kejelasan target, lanjut dia, akan membantu pemerintah mengevaluasi efektivitas kebijakan dan menentukan kapan kebijakan perlu dihentikan. Pemerintah juga perlu merancang mekanisme keluar dari setiap kebijakan yang dijalankan.

“Kebijakan ekonomi membutuhkan pintu masuk dan pintu keluar. Kita sering sangat serius membicarakan bagaimana sebuah kebijakan dimulai, tetapi jauh lebih sedikit membicarakan bagaimana ia berakhir,” ujar Fakhrul.

Disiplin Anggaran Tidak Hanya Soal Defisit

Di bidang fiskal, Menteri Keuangan baru tetap perlu menjaga disiplin anggaran dan kredibilitas batas defisit. Namun, kualitas APBN tidak dapat dinilai hanya dari kecilnya angka defisit.

“Defisit adalah hasil akhir dari banyak keputusan. Yang lebih penting adalah apa yang terjadi di balik angka tersebut: kualitas penerimaan, produktivitas belanja, struktur pembiayaan, serta kewajiban yang mungkin berpindah ke luar APBN,” ujarnya.

Karena itu, hubungan APBN dengan BUMN, Danantara, perusahaan pembiayaan pemerintah, dan berbagai kewajiban kontinjensi perlu diperhatikan secara menyeluruh. Fakhrul mengingatkan konsolidasi fiskal tidak boleh hanya menghasilkan perbaikan secara akuntansi apabila risiko justru berpindah ke neraca lain.

“Keseimbangan anggaran yang sehat bukan sekadar membuat defisit terlihat kecil. Jangan sampai APBN terlihat semakin ringan karena sebagian risiko hanya berpindah neraca, tempat, atau waktu,” katanya.

Menurut Fakhrul, pemerintah tetap perlu menjaga fiscal buffer dan menghindari konsolidasi yang terlalu cepat apabila sektor swasta belum sepenuhnya mampu mengambil alih mesin pertumbuhan.

“Fiscal prudence bukan berarti selalu membelanjakan lebih sedikit. Prudence berarti tahu kapan harus menyimpan kapasitas, kapan menggunakannya, dan untuk apa kapasitas itu digunakan,” ujar Fakhrul.

Penerimaan Perlu Diikuti Formalisasi Ekonomi

Dari sisi penerimaan, pekerjaan Menteri Keuangan baru tidak semata-mata meningkatkan tax ratio. Strategi perpajakan perlu berjalan beriringan dengan upaya memperbesar ekonomi formal.

Fakhrul menilai rendahnya rasio pajak sebagian berkaitan dengan struktur ekonomi. Basis pajak akan sulit berkembang apabila basis ekonomi formal tidak tumbuh secara memadai.

“Kita sering memperlakukan rendahnya tax ratio sebagai persoalan pajak. Padahal sebagian persoalannya adalah struktur ekonomi. Basis pajak sulit membesar kalau basis ekonomi formalnya sendiri tidak berkembang cukup cepat,” katanya.

Strategi penerimaan, lanjut dia, perlu dikaitkan dengan digitalisasi transaksi, integrasi data, peningkatan kepatuhan, perluasan akses keuangan, serta insentif agar rumah tangga dan pelaku usaha masuk dan bertahan dalam sistem formal.

Formalisasi ekonomi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha. Manfaat tersebut lain akses pembiayaan, perlindungan hukum, pasar yang lebih luas, layanan pemerintah yang lebih baik, dan biaya transaksi yang lebih rendah.

Pada akhirnya, Fakhrul menilai Menteri Keuangan baru perlu menjadikan kredibilitas fiskal sebagai sumber kapasitas kebijakan. Kapasitas tersebut kemudian digunakan secara terukur ketika perekonomian membutuhkan dukungan.

“Kita menjaga neraca pemerintah bukan supaya neraca itu diam. Kita menjaganya agar mempunyai kekuatan ketika suatu hari perlu digunakan,” ujarnya.

Tags: berita jakartaHeadlineJakartakeuanganMenteri

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
masfajar

masfajar

Related Stories

: Menteri Pertanian (Mentan) yang juga selaku Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan terhadap 25 merek beras yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi namun diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label. (Dok. Kementan)

Beras Fortifikasi 25 Merek Diduga Tak Sesuai Label, Ditindak

by Ari Wibowo muhammad
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah menemukan 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi standar mutu dan kandungan sesuai label. Temuan...

: Kementerian Keuangan menggelar Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara, di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Selasa (15/9/2026). (Tangkapan Layar Kanal YouTube Kemenkeu RI)

Sertijab Menkeu, Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu

by Lia
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Suahasil Nazara resmi memimpin Kementerian Keuangan setelah mengikuti serah terima jabatan Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa...

: Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Arief Tri Hardiyanto dalam kegiatan donor darah dalam rangka Hari Bakti Postel ke-81 Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (15/9/2026). (Foto: Amiri Yandi/InfoPublik.id/KPM Kemkomdigi)

Kemkomdigi Dorong Tata Kelola untuk Jaga Kepercayaan Industri Digital

by Dani
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Arief Tri Hardiyanto mendorong penguatan tata kelola industri pos, telekomunikasi,...

Waspada Gaya Hidup di Atas Kemampuan, Pakar Soroti Fenomena Standar TikTok dan BNPL

Standar TikTok dan BNPL Dorong Konsumsi Melampaui Gaji, Pakar Ingatkan Pentingnya Bijak Kelola Keuangan

by Wawan
15 September 2026
0

Highlight Berita: Tren media sosial dinilai dapat mengaburkan batas antara kebutuhan dan keinginan dalam keputusan pembelian. Ragil Satria Wicaksana menyoroti...

: Inspektur Jenderal (Irjen) Kemkomdigi, Arief Tri Hardiyanto, bersama para pengurus ATSI dalam kegiatan Donor Darah Hari Bakti Postel ke-81 di Jakarta, Selasa (15/9/2026). (Foto: Amiri Yandi/InfoPublik.id/KPM Kemkomdigi)

Hari Bakti Postel ke-81 Dorong Kolaborasi dan Kepercayaan Publik

by Fajar
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Hari Bakti Postel ke-81 Tahun 2026 menjadi momentum bagi insan pos, telekomunikasi, dan ekosistem digital untuk memperkuat...

: Inspektur Jenderal (Irjen) Kemkomdigi, Arief Tri Hardiyanto, bersama para pengurus ATSI dalam kegiatan Donor Darah Hari Bakti Postel ke-81 di Jakarta, Selasa (15/9/2026). (Foto: Amiri Yandi/InfoPublik.id/KPM Kemkomdigi)

Hari Bakti Postel ke-81 Perkuat Kolaborasi dan Kepercayaan Publik

by Wawan
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Hari Bakti Postel ke-81 Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan pengabdian insan pos, telekomunikasi, serta...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Gempa Magnitudo 3.1 Guncang Wilayah Daruba, Maluku Utara

Gempa Magnitudo 3.1 Guncang Wilayah Daruba, Maluku Utara

26 March 2026
: Bupati Tanah Datar Eka Putra menjadi narasumber wawancara penyusunan Buku Bina Marga Tanggap Bencana yang digagas Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum. (foto: MC Tanah Datar)

Pemkab Tanah Datar Fokus pada Pembangunan Infrastruktur Tahan Bencana

2 September 2026
Gempa Bumi Bermagnitudo 4,5 Guncang Pulau Karatung, Sulawesi Utara

Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Utara Pulau Karatung

13 September 2026
KAI Prioritaskan Keselamatan dengan Ribuan SDM Tersertifikasi

KAI Prioritaskan Keselamatan dengan Ribuan SDM Tersertifikasi

7 May 2026

Disiplin dan Gotong Royong Adalah Kunci Cegah Penyebaran Covid-19

21 April 2020
OJK Tegaskan Kelangsungan Operasional Bursa Efek Indonesia

OJK Tegaskan Kelangsungan Operasional Bursa Efek Indonesia

30 January 2026
Guru Besar UGM Serukan Penguatan Sistem Kesehatan Berbasis Pencegahan

Guru Besar UGM Serukan Penguatan Sistem Kesehatan Berbasis Pencegahan

10 April 2026

Artikel Terbaru

Sambut HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Korlantas Polri Salurkan Perlengkapan Ibadah di Sejumlah Masjid

Korlantas Polri Salurkan Perlengkapan Ibadah ke Lima Masjid

15 September 2026
: Selamat Riyanto Resmi Dilantik Jadi Sekda Barito Kuala, Bupati Tekankan Percepatan Pembangunan

Pelantikan Sekda Barito Kuala, Konsolidasi Birokrasi Dipercepat

15 September 2026
Sambut HUT ke-71 Lalu Lintas, Korlantas Polri Besuk Personel PJR yang Sakit, Sampaikan Pesan Semangat dari Kakorlantas

Korlantas Polri Besuk Personel PJR Sakit Jelang HUT ke-71

15 September 2026
: Menteri Pertanian (Mentan) yang juga selaku Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan terhadap 25 merek beras yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi namun diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label. (Dok. Kementan)

Beras Fortifikasi 25 Merek Diduga Tak Sesuai Label, Ditindak

15 September 2026
Hari Ini, Helikopter Polri Evakuasi 2 Jenazah, 114 Korban KM Virgo Transport 8 Telah Ditemukan

KM Virgo Transport 8: Helikopter Polri Evakuasi 2 Jenazah

15 September 2026
Tolic Antusias Hadapi Fc Seoul Di Stadion Piala Dunia

Igor Tolic Antusias Hadapi FC Seoul di ACL Two

15 September 2026
: Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Sugeng Heri Suseno. (Foto: Dok Kemnaker)

UU PPRT Atur Hak, Kewajiban, dan Penyelesaian Perselisihan

15 September 2026

Popular Story

: Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. (ANTARAFOTO/Rio Feisal)
Pemerintah

OTT KPK Terkait HGB Bogor, Uang Ratusan Miliar Disita

by masfajar
15 September 2026
0

Headline.co.id, Bogor ~ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 17 orang dalam operasi...

Read moreDetails

Satgas Edukasi Sespimti Diterjunkan Cegah Karhutla di Kalbar

PERINTIS 10 Hari, ATR/BPN Tekankan Sinergi Tiga Pilar

Kapolda Papua Barat Minta Warga Tak Terprovokasi Black September

Berbagi 1.000 Paket Beras, Kapolresta Barelang Hadir di Sekupang

Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Ruteng, Manggarai

Kemenag Perkuat Sinergi Lintas Kementerian untuk Pemberdayaan Pesantren

Catat, Ini Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027

Hukum: Polisi Ungkap Beragam Kasus pada 3-5 September 2026

Adam Alis Sampaikan Pesan Penting untuk Bobotoh Terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.