Headline.co.id, Jakarta ~ FIFA ASEAN Cup 2026 berpotensi disaksikan lebih dari 1 miliar penonton karena melibatkan negara-negara Asia Tenggara serta Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong. Indonesia menjadi tuan rumah divisi utama turnamen perdana yang secara resmi diorganisasikan FIFA tersebut. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan potensi itu dalam konferensi pers pengumuman official broadcaster FIFA ASEAN Cup 2026 di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Menurut Erick, jangkauan penonton yang besar berasal dari akumulasi populasi negara peserta dan siaran televisi di masing-masing negara.
Erick mengatakan pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 akan disiarkan di sejumlah negara, termasuk Bangladesh, Pakistan, dan Indonesia. Di Indonesia, penyiaran resmi turnamen tersebut dilakukan oleh Emtek Media.
“Jadi secara pertandingan ini populasinya sangat besar. Dan ini yang menjadi menarik, yang nanti juga disiarkan di televisi-televisi masing-masing negara seperti Bangladesh, Pakistan, dan tentu di Indonesia yang disiarkan secara resmi oleh Emtek Media,” ujar Erick.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
FIFA ASEAN Cup 2026 Dibagi Menjadi Dua Divisi
FIFA ASEAN Cup 2026 dibagi menjadi dua divisi. Divisi 1 digelar di Indonesia dengan peserta Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Divisi utama tersebut juga menghadirkan Bangladesh dan Pakistan sebagai negara undangan dari luar Asia Tenggara. Sementara itu, Divisi 2 berlangsung di Hong Kong dengan peserta Hong Kong, Myanmar, Laos, Kamboja, Timor Leste, dan Brunei Darussalam.
Menurut Erick, format tersebut menjadi bagian dari upaya FIFA mendorong kompetisi antarfederasi yang lebih kompetitif. Kompetisi itu juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem sepak bola di berbagai negara.
Erick menuturkan, FIFA tidak hanya mendorong peningkatan prestasi tim nasional. Federasi sepak bola juga diharapkan memiliki program dan kondisi finansial yang kuat agar perkembangan tim nasional tidak tersisih oleh persaingan serta pertumbuhan ekonomi sepak bola.
“Jangan sampai federasi dan timnas ini menjadi tertutup potensinya dengan persaingan dan ekonomi sepak bola secara menyeluruh, di mana di banyak negara sekarang ini lahir tim-tim super dan banyak juga liga yang sangat besar, yang akhirnya perkembangan tim nasional di banyak negara menjadi dinomorduakan,” jelas Erick.
Menjadi Tolok Ukur Perkembangan Sepak Bola
Erick mengatakan FIFA ASEAN Cup menjadi sarana benchmark perkembangan sepak bola di Asia Tenggara dan negara-negara di luar kawasan tersebut. Konsep serupa, kata dia, telah diterapkan FIFA melalui sejumlah kompetisi, termasuk FIFA Arab Cup yang mulai digelar pada 2021.
“Nah, FIFA ASEAN Cup tujuannya sama. Lewat FIFA ASEAN Cup, FIFA ingin mulai melakukan benchmark negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan di luar wilayah itu supaya kompetisinya juga kompetitif,” katanya.
Indonesia memperoleh kepercayaan sebagai tuan rumah divisi utama dalam edisi perdana turnamen tersebut. Erick menyebut kepercayaan itu sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi Indonesia setelah sebelumnya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 dan FIFA Series.
Persiapan penyelenggaraan dilakukan melalui sosialisasi di Jakarta dan Bandung yang menjadi dua kota lokasi pertandingan. PSSI juga menggelar trophy tour untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai FIFA ASEAN Cup 2026.
Fans Zone Hadirkan Musik dan Kuliner Nusantara
Selain pertandingan, PSSI menyiapkan Fans Zone di sekitar stadion yang telah mendapat persetujuan FIFA. Area tersebut akan menghadirkan unsur budaya Indonesia, termasuk musik dan kuliner khas Nusantara.
Kehadiran Fans Zone diharapkan memperluas pengalaman penonton yang datang menyaksikan pertandingan. Penonton tidak hanya menikmati pertandingan sepak bola, tetapi juga mendapatkan pengalaman terkait budaya dan kuliner Indonesia.
“Ini kesempatan untuk ikut mengenalkan budaya kita, musik kita, makanan kita juga. Mudah-mudahan ini menjadi hype, sehingga penonton tidak hanya mendapat hiburan sepak bola, tetapi juga pengalaman musik, budaya, dan kuliner Indonesia yang terkenal,” ujar Erick.
Dengan basis penonton yang besar serta keterlibatan negara-negara Asia Tenggara dan negara undangan, FIFA ASEAN Cup 2026 diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat kegiatan sepak bola internasional di kawasan.
Penyelenggaraan turnamen tersebut juga diharapkan memberikan dampak berganda melalui aktivitas ekonomi, pariwisata, industri kreatif, usaha kuliner, transportasi, dan sektor jasa selama kompetisi berlangsung.


















