Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pendidikan

Konflik Manusia-Monyet Ekor Panjang, Mahasiswa UGM Susun Solusi

Dani by Dani
52 minutes ago
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
418 5
A A
0
Gali Kearifan Lokal dan Hukum Adat, Mahasiswa UGM Cari Solusi Konflik Manusia vs Monyet Ekor Panjang

Gali Kearifan Lokal dan Hukum Adat, Mahasiswa UGM Cari Solusi Konflik Manusia vs Monyet Ekor Panjang (Dok. UGM)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Gunungkidul ~ Konflik manusia dan monyet ekor panjang di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Macaca Universitas Gadjah Mada (UGM) menyusun rekomendasi mitigasi berbasis bioekologi dan hukum adat. Penelitian itu dilakukan di Kapanewon Paliyan, Saptosari, dan Tepus untuk mengkaji pola kehidupan monyet ekor panjang, pengalaman masyarakat, serta praktik lokal dalam menghadapi kerusakan tanaman pertanian. Kajian tersebut dilakukan karena masyarakat membutuhkan perlindungan terhadap lahan pertanian, sementara keberadaan satwa liar tetap perlu diperhatikan. Tim mempertimbangkan zona penyangga, pengendalian reproduksi secara selektif, dan penguatan pengetahuan lokal sebagai bagian dari solusi konflik.

Contents

    • 0.1. Vet Fun Run 2026 UGM Diikuti 650 Peserta dan 50 Satwa
    • 0.2. Lingo, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Literasi Anak Tanpa Gawai
  • 1. Konflik manusia dan monyet ekor panjang dikaji dari sisi ekologis
  • 2. Praktik masyarakat dinilai bagian dari living law
  • 3. Dilema perlindungan tanaman dan keberlangsungan satwa
  • 4. Policy brief dan kolaborasi antaraktor

Penelitian itu berjudul “Integrasi Bioekologi dan Living Law dalam Perumusan Kebijakan Mitigasi Konflik Ruang Manusia-Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Gunungkidul”. Tim berupaya merumuskan rekomendasi kebijakan yang menggabungkan pengetahuan dan praktik masyarakat dengan kajian bioekologi monyet ekor panjang.

You might also like

Lari Seru Bareng Anabul di UGM Vet Fun Run

Vet Fun Run 2026 UGM Diikuti 650 Peserta dan 50 Satwa

14 September 2026
Lingo, Media Belajar Literasi Anak Usia Dini Hasil Inovasi Mahasiswa UGM

Lingo, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Literasi Anak Tanpa Gawai

12 September 2026

Tim PKM-RSH Macaca UGM terdiri atas Azmi Hanief Zeinadin dari S1 Filsafat, Naura Fenadine dan Ashma’ Nabila Rayyan dari S1 Biologi, Okta Amaliya Fitriana dari S1 Hukum, serta Ghalbin Charis Al Amien dari S1 Manajemen dan Kebijakan Publik. Penelitian tersebut dilakukan di bawah pendampingan Dr. Abdul Rokhmat Sairah Z, S.Fil., M.Phil.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Konflik manusia dan monyet ekor panjang dikaji dari sisi ekologis

Dalam penelitian itu, tim mengkaji perubahan habitat, ketersediaan sumber pakan, serta tumpang tindih ruang hidup monyet ekor panjang dengan lahan pertanian. Pendekatan bioekologi digunakan untuk memahami kondisi satwa dan lingkungan yang menjadi dasar dalam menentukan bentuk mitigasi.

Tim juga menggunakan perspektif living law untuk melihat norma, nilai, kebiasaan, dan pengetahuan yang hidup serta dijalankan masyarakat ketika merespons keberadaan monyet ekor panjang. Perspektif tersebut digunakan karena konflik tidak hanya berkaitan dengan kerugian petani akibat kerusakan tanaman, tetapi juga memperlihatkan persoalan dalam hubungan manusia, lingkungan, dan satwa liar.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah pengembangan buffer zone atau zona penyangga habitat satwa dan ruang aktivitas manusia. Zona itu dapat dibangun melalui pengaturan ruang, vegetasi, penghalang yang sesuai, serta sistem pemantauan yang disesuaikan dengan kondisi ekologis dan sosial setiap wilayah.

Selain zona penyangga, tim mengkaji pengendalian populasi secara selektif. Opsi tersebut tidak dimaksudkan untuk membasmi monyet ekor panjang, melainkan dapat mempertimbangkan pengendalian reproduksi melalui sterilisasi.

“Pengendalian populasi ini bukan berarti membasmi satwa liar. Salah satu opsi yang kami pertimbangkan adalah pengendalian reproduksi melalui sterilisasi. Namun, opsi ini masih perlu dikaji lebih lanjut, terutama terkait kondisi populasi, kesejahteraan satwa, efektivitas, dan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Azmi, Senin (14/9).

Praktik masyarakat dinilai bagian dari living law

Masyarakat di wilayah penelitian telah mengembangkan sejumlah cara untuk menghadapi monyet ekor panjang. Praktik tersebut lain menggunakan jaring atau pagar, bunyi-bunyian, orang-orangan sawah, hingga penjagaan lahan secara kolektif.

Menurut tim, berbagai praktik itu terbentuk dari pengalaman masyarakat dalam menghadapi konflik. Karena itu, masyarakat tidak hanya dipandang sebagai pihak yang terdampak, tetapi juga sebagai pemilik pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola interaksi dengan satwa liar.

“Mitigasi yang dilakukan masyarakat tidak muncul begitu saja. Ada pengalaman, kebiasaan, nilai, dan pengetahuan lokal yang membentuk cara masyarakat merespons keberadaan monyet ini. Karena itu, praktik tersebut perlu dipahami sebagai bagian penting dari living law atau hukum adat,” ujar Okta.

Pengetahuan lokal tersebut dinilai perlu dipertimbangkan dalam penyusunan kebijakan mitigasi. Dengan demikian, kebijakan yang dirumuskan tidak hanya berorientasi pada penanganan gangguan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekologis dan nilai yang hidup di tengah masyarakat.

Dilema perlindungan tanaman dan keberlangsungan satwa

Konflik manusia dan monyet ekor panjang juga menimbulkan dilema dalam menentukan tindakan terhadap satwa tersebut. Di satu sisi, keberadaan monyet dapat menyebabkan kerusakan tanaman dan kerugian bagi petani. Di sisi lain, sebagian masyarakat merasa iba dan tidak tega membunuh satwa.

“Nilai keagamaan, keyakinan, serta pandangan masyarakat mengenai hubungan manusia dan alam turut memengaruhi pilihan tindakan masyarakat dalam menghadapi konflik,” jelasnya.

Kondisi itu menjadi salah satu alasan tim mengusulkan pendekatan yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan prinsip perlindungan satwa. Mitigasi diharapkan dapat mengurangi gangguan terhadap lahan pertanian tanpa mengabaikan keberlangsungan hidup monyet ekor panjang.

Policy brief dan kolaborasi antaraktor

Sebagai salah satu luaran penelitian, Tim PKM-RSH Macaca UGM akan menyusun policy brief yang memuat rekomendasi kebijakan mitigasi konflik manusia dan monyet ekor panjang. Rekomendasi itu diarahkan untuk mengintegrasikan praktik mitigasi masyarakat, norma living law, kajian bioekologi, serta prinsip perlindungan satwa.

Tim berharap hasil kajian tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan mitigasi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.

“Melalui pendekatan tersebut, kami berharap kebijakan mitigasi konflik manusia dan satwa liar ini dapat dirumuskan secara kontekstual dan berkelanjutan, sehingga kebutuhan petani dan keberlangsungan hidup satwa dapat berjalan secara seimbang,” ujar Ghalbin.

Dalam penerapannya, tim menekankan pentingnya kolaborasi antaraktor. Masyarakat dapat berperan melalui penjagaan secara kolektif. Organisasi nonpemerintah atau komunitas dapat mendukung edukasi mengenai konflik manusia dan satwa liar, sedangkan pemerintah berperan mengatur instrumen kebijakan penanganan konflik.

Tags: Berita GunungkidulDaerahGunungkidulHeadlineKonflik

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Dani

Dani

Related Stories

Lari Seru Bareng Anabul di UGM Vet Fun Run

Vet Fun Run 2026 UGM Diikuti 650 Peserta dan 50 Satwa

by masfajar
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada menggelar Vet Fun Run 2026 di GIK UGM, Minggu (13/9). Kegiatan...

Lingo, Media Belajar Literasi Anak Usia Dini Hasil Inovasi Mahasiswa UGM

Lingo, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Literasi Anak Tanpa Gawai

by Dwina
12 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengembangkan Lingo, media belajar literasi anak usia dini berbasis teknologi pengenalan ucapan...

Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Selisih Jauh, Ini Kata Ekonom UGM

Selisih Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia, Ini Penjelasan UGM

by Lia
12 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Perbedaan angka kemiskinan Indonesia versi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia menjadi perhatian setelah kedua lembaga...

Kisah Muhammad Bagas Ardhani, Mahasiswa UGM yang Terpilih Jadi Google Student Ambassador

Muhammad Bagas Ardhani Jadi Google Student Ambassador 2026

by Wawan
11 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Mahasiswa Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Bagas Ardhani, terpilih sebagai Google Student Ambassador...

Mahasiswa UGM Teliti Fenomena Praktik Clickbait Konten Afiliasi Demi Cuan

Riset UGM Ungkap Clickbait Konten Afiliasi Tak Selalu Cuan

by Wawan
11 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosio Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada (UGM) meneliti praktik clickbait konten afiliasi...

Muhammad Bagas Ardhani Jadi Google Student Ambassador 2026

by Dwina
11 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Mahasiswa Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Bagas Ardhani, terpilih sebagai Google Student Ambassador...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Menteri BUMN: CSR BUMN Akan Difokuskan ke Pendidikan dan Lingkungan

14 December 2019
Pemkab Raja Ampat Tingkatkan Sinergi Pemberdayaan Keluarga Lewat Rakerda TP-PKK 2025

Pemkab Raja Ampat Tingkatkan Sinergi Pemberdayaan Keluarga Lewat Rakerda TP-PKK 2025

17 December 2025
Lima Kapal Siap Layani Mudik Bengkalis-Sei Pakning

Lima Kapal Siap Layani Mudik Bengkalis-Sei Pakning

5 March 2026
Pelajar Tewas dalam Kecelakaan di Jalan Parangtritis, Satu Luka Serius

Tabrakan Maut CB150R Vs Toyota Agya di Bambanglipuro, Pelajar Asal Sragen Meninggal Dunia

7 April 2025
Wamenag Sebut Konsolidasi Data dan Anggaran Penting untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Konsolidasi Data dan Anggaran Pendidikan, Kemenag Usulkan ABT

12 September 2026
Sepeda motor Honda PCX AB 3739 JD dan Honda Supra B 6725 BFI yang terlibat kecelakaan di Jalan Bantul dievakuasi menggunakan mobil patroli polisi

Kecelakaan di Jalan Bantul, Honda PCX Tabrak Supra Mundur dari Parkir Dua Orang Luka

2 September 2025
: Pelepasan balon tanda diresmikannya Kecamatan Tilango Siaga TBC. (foto Dandels)

Pemerintah Prioritaskan Eliminasi TBC, Wamenkes Tegaskan Komitmen

13 August 2026

Artikel Terbaru

Viral Marketing Strategies 2026 Cara Brand Bikin Konten Cepat Menyebar dan Jadi Perbincangan

Viral Marketing Strategies 2026: 7 Taktik yang Bisa Dorong Brand Makin Dikenal

14 September 2026
: Dirjen Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto bermain sepak bola dalam pertandingan persahabatan Kemkomdigi melawan Forum Wartawan Telekomunikasi di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan. (Foto: Humas Kemkomdigi)

Kemkomdigi Perkuat Kolaborasi Industri untuk Ekosistem Digital

14 September 2026
Liverpool vs Fulham Berakhir Tanpa Adanya Gol 0-0

Liverpool vs Fulham Berakhir 0-0 di Anfield

14 September 2026
: KMP Virgo Transport 8 mengalami listing dan kehilangan kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari. Dari 243 orang dalam manifes, 107 orang telah dievakuasi selamat dan enam orang meninggal dunia. Operasi pencarian dan evakuasi masih berlangsung. (Foto: Humas Kemenhub)

KMP Virgo Transport 8 Listing, 107 Selamat, 6 Meninggal

14 September 2026
Tingkatkan Kesadaran Berkendara, Satlantas Seruyan Bagikan Brosur Edukasi Keselamatan di Kuala Pembuang

Satlantas Seruyan Bagikan Brosur Edukasi Keselamatan di Kuala Pembuang

14 September 2026
Gali Kearifan Lokal dan Hukum Adat, Mahasiswa UGM Cari Solusi Konflik Manusia vs Monyet Ekor Panjang

Konflik Manusia-Monyet Ekor Panjang, Mahasiswa UGM Susun Solusi

14 September 2026
: Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan, pekerja perlu memahami secara menyeluruh isi kontrak, termasuk tugas dan tanggung jawab yang disepakati dengan pemberi kerja. (Foto: Dok Kemnaker)

Kemnaker Minta Pekerja Cermati Perjanjian Kerja

14 September 2026

Popular Story

Skuter Listrik Ini Bisa Berdiri dan Mengikuti Pemiliknya, Navee Pamerkan Nexton di IFA 2026
Otomatif

Skuter Listrik Ini Bisa Berdiri dan Mengikuti Pemiliknya, Navee Pamerkan Nexton di IFA 2026

by masfajar
10 September 2026
0

Navee RoboScooter Nexton hadir di IFA 2026 dengan AI, self-balancing, LiDAR, fitur...

Read moreDetails

MTQ Nasional XXXI Hadirkan Eksibisi Inklusif untuk Teman Tuli

PSIS Semarang Menang 2-1 atas PSPS Pekanbaru

Persaingan Ketat MotoGP Memasuki Grand Prix San Marino di Misano

BPBD Inhil Bangun Sekat Kanal 600 Meter untuk Cegah Kebakaran Hutan

Polda Banten: Barang Temuan Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang

Pemkab Kobar Perkuat Penanganan Bencana Bersama Dunia Usaha

Temuan Pelampung Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang

Gorontalo Tingkatkan Tata Kelola Pendidikan dengan Data-Driven Planning

MTQ Nasional 2026 Dorong UMKM dan Ekonomi Jateng Rp1,2 Triliun

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.