Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pemkab Pangkep) bersama Satgas Pengawasan BBM Bersubsidi memantau distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Jumat (11/9/2026). Pemantauan dilakukan untuk memastikan penyaluran Pertalite dan Solar berjalan sesuai ketentuan serta mencegah antrean panjang dan kemacetan di sekitar SPBU. Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau mengecek langsung ketersediaan BBM, sementara aparat gabungan menyiapkan tindak lanjut apabila ditemukan dugaan penyimpangan.
Dalam pemantauan tersebut, pengelola SPBU menyampaikan pasokan Pertalite dan Solar di lokasi yang diperiksa sekitar 16 kiloliter (KL) per hari. Pasokan itu diisi secara bertahap untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pemkab Pangkep Pantau Ketersediaan Pertalite dan Solar
Yusran mengatakan, pengisian BBM telah dilakukan pada Jumat subuh dan pengiriman berikutnya dijadwalkan berlangsung pada siang hari. Informasi tersebut disampaikan pengelola SPBU saat Bupati Pangkep melakukan pengecekan.
“Tadi subuh sudah diisi 8 KL, mobil kedua akan mengisi lagi siang ini,” kata Yusran.
Ia berharap seluruh SPBU di Kabupaten Pangkep, terutama yang menyalurkan Pertalite dan Solar, segera melakukan pengisian kembali ketika persediaan mulai menipis. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar ketersediaan BBM tetap terjaga dan antrean kendaraan tidak semakin panjang.
“Kami harapkan setiap SPBU di Pangkep, khususnya Pertalite dan Solar, segera terisi agar tidak menyebabkan antrean dan kemacetan,” ujarnya.
Yusran juga berharap distribusi BBM oleh Pertamina di wilayah Sulawesi Selatan berjalan lancar. Kelancaran distribusi dinilai penting untuk meminimalkan penumpukan kendaraan di SPBU.
“Untuk saat ini kalau dibilang aman, mungkin aman karena ada penyampaian dari pihak manajer bahwa akan ada pengisian lagi sebentar. Semoga bisa mengurai antrean dan kemacetan,” katanya.
Pengawasan Distribusi BBM Dilanjutkan ke SPBU Lain
Pemkab Pangkep bersama Satgas Pengawasan BBM Bersubsidi akan melanjutkan pemantauan ke sejumlah SPBU lainnya. Pemantauan dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi berlangsung sesuai ketentuan.
Kegiatan pengawasan tersebut melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan instansi terkait. Kolaborasi itu dilakukan untuk memantau distribusi BBM sekaligus menindaklanjuti informasi atau temuan mengenai dugaan penyimpangan.
Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana mengatakan pengawasan distribusi BBM bersubsidi dilakukan melalui kerja sama lintas instansi. Aparat, kata dia, akan memeriksa dugaan penyimpangan yang ditemukan dalam penyaluran BBM.
“Ini merupakan kolaborasi dan kerja sama untuk menyelidiki dugaan-dugaan penyimpangan. Kalau ada penyimpangan, tentu akan kami sesuaikan dengan aturan pusat untuk penindakan,” tegasnya.
Antrean dan Kemacetan Menjadi Perhatian
Ketersediaan Pertalite dan Solar serta kelancaran pengisian ulang menjadi perhatian dalam pemantauan distribusi BBM bersubsidi di Pangkep. Pemkab meminta SPBU tidak menunggu persediaan habis sebelum melakukan pengisian kembali.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan dan kemacetan di sekitar SPBU. Pemerintah daerah juga menunggu kelancaran distribusi dari Pertamina di wilayah Sulawesi Selatan agar pasokan BBM tetap tersedia.
Pemantauan oleh Pemkab Pangkep dan Satgas Pengawasan BBM Bersubsidi akan dilakukan di sejumlah SPBU lain. Hasil pemantauan menjadi bagian dari upaya memastikan penyaluran Pertalite dan Solar berjalan sesuai ketentuan.















