Headline.co.id, Bengkulu ~ Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bersama PT PLN (Persero) meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat mengganggu infrastruktur listrik di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya risiko karhutla yang dapat berdampak pada pasokan listrik. Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan bahwa layanan listrik tetap stabil dan aman bagi masyarakat.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan pentingnya sinergi pemerintah daerah dan PLN dalam mengantisipasi potensi gangguan akibat karhutla. “Kami harus memastikan bahwa infrastruktur listrik tetap terjaga dan tidak terganggu oleh kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya. Herman Deru juga menyatakan bahwa kesiapsiagaan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait lainnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, Daryono, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah preventif untuk melindungi jaringan listrik dari ancaman karhutla. “Kami telah melakukan pemetaan daerah rawan dan menyiapkan tim siaga untuk merespons cepat jika terjadi kebakaran,” kata Daryono. Selain itu, PLN juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau kondisi lapangan secara berkala.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Langkah-langkah antisipatif ini diharapkan dapat meminimalkan dampak karhutla terhadap infrastruktur listrik dan memastikan pasokan listrik tetap terjaga. Pemprov Sumsel dan PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman karhutla di masa mendatang. Dengan adanya kerja sama yang solid, diharapkan risiko gangguan listrik akibat karhutla dapat diminimalisir, sehingga masyarakat dapat tetap menikmati layanan listrik tanpa gangguan.





















