Headline.co.id, Jogja ~ Tim peneliti dari Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak (IKGA) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan PT Curagi Global Informatika telah memperkenalkan aplikasi inovatif bernama MyOFunCAre. Peluncuran ini dilakukan pada Senin, 7 September 2026, di hadapan para orang tua siswa TK ABA Gedongtengen, Yogyakarta. Aplikasi ini dirancang untuk membantu orang tua dalam mendeteksi dini kebiasaan buruk oral dan gangguan oromotor pada anak usia dini.
MyOFunCAre menawarkan berbagai fitur, termasuk skrining mandiri, edukasi kesehatan berbasis visual, dan layanan telemedicine gratis. Dengan aplikasi ini, orang tua dapat mengenali kebiasaan atau kondisi tertentu pada anak dan mendapatkan informasi tentang langkah-langkah yang perlu diambil jika ditemukan indikasi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Pengembangan aplikasi ini didasarkan pada riset yang dilakukan oleh FKG UGM selama lebih dari tiga tahun, yang melibatkan lebih dari 9.000 anak TK di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Drg. Anrizandy Narwidina, M.DSc., Sp.KGA., Ph.D., penanggung jawab Klinik Kebiasaan Oral FKG UGM, menjelaskan bahwa aplikasi ini merupakan upaya untuk menerjemahkan hasil penelitian akademik menjadi layanan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat. “Informasi mengenai gangguan oromotor dan dampaknya selama ini terbilang eksklusif bagi kalangan dokter. Melalui aplikasi ini, kami mengemas materi medis menjadi bentuk yang mudah dicerna menggunakan panduan visual interaktif,” ujarnya pada Selasa, 8 September 2026.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dari sisi teknologi, Almamifta Aurel Noviatri, S.H.G., Project PIC MyOFunCAre dari PT Curagi Global Informatika, menyatakan bahwa aplikasi ini dirancang untuk memudahkan orang tua dalam melakukan skrining dan pemantauan tumbuh kembang gigi anak secara mobile. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan layanan telemedicine yang memungkinkan orang tua untuk berkonsultasi secara online dengan dokter gigi. Sosialisasi aplikasi ini mendapat respons positif dari para orang tua dan pihak sekolah, yang berharap agar pengetahuan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan orang tua dalam melakukan deteksi dini terhadap kebiasaan buruk oral pada anak.



















