Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sultan Agung Semarang menginisiasi kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi dan sertifikasi profesi sumber daya manusia (SDM) di bidang zakat. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kualitas dan profesionalitas pengelolaan zakat di Indonesia. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, menandai dimulainya kerja sama ini.
Kerja sama tersebut melibatkan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, dan Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi profesi, serta pengembangan kurikulum dan bahan pembelajaran. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup identifikasi dan pemetaan kebutuhan kompetensi, serta pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghofur, menekankan pentingnya sertifikasi amil sebagai bagian dari pembinaan SDM pengelola zakat. “Kita ingin melihat bagaimana pengaruh amil yang telah tersertifikasi terhadap kualitas pengelolaan zakat,” ujar Waryono. Ia berharap kolaborasi ini dapat melibatkan lebih banyak lembaga amil zakat di masa mendatang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Mastuki, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan, menambahkan bahwa pengembangan kompetensi tidak boleh berhenti pada pelatihan dan sertifikasi saja. Menurutnya, penting untuk memastikan bahwa kompetensi yang diperoleh dapat digunakan dan memberikan dampak bagi lembaga. “Yang kita bangun bukan sekadar orang mengikuti pelatihan kemudian mendapatkan sertifikat. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetensi itu digunakan dan memberikan dampak bagi lembaganya,” jelas Mastuki.
Hisam dari BAZNAS Provinsi DKI Jakarta menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah penting dalam membangun SDM pengelola zakat yang andal. “Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa SDM yang kita miliki adalah SDM yang andal,” ujarnya. Sementara itu, Hasan Azhary dari LAZ Sultan Agung Semarang menyoroti pentingnya pelatihan dan sertifikasi yang terintegrasi agar proses peningkatan kompetensi dapat berjalan lebih terarah.
Melalui kolaborasi ini, Kementerian Agama berharap pengembangan SDM zakat tidak hanya berhenti pada capaian administratif berupa pelatihan dan sertifikat. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat digunakan, dikembangkan, dan memberikan kontribusi terhadap semakin profesionalnya pengelolaan zakat serta meningkatnya manfaat zakat bagi masyarakat.

















