Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita

Buku Islam ala Prabowo Kembali Ramai Dibahas, Apa Sebenarnya Isi dan Tujuannya?

Saddam by Saddam
2 months ago
in Berita
Reading Time: 6 mins read
415 18
A A
0
Kontroversi Buku Islam ala Prabowo,

Kontroversi Buku Islam ala Prabowo (Dok Foto Istimewa)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Buku Islam ala Prabowo kembali ramai dibahas setelah muncul sorotan publik terhadap isi dan narasi keislaman Presiden Prabowo Subianto. Buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam itu membahas nilai-nilai Islam yang disebut tercermin dalam kehidupan pribadi, perjalanan karier militer, hingga kepemimpinan Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia. Di tengah pro dan kontra yang berkembang, sejumlah tokoh meminta masyarakat memahami buku tersebut secara utuh agar tidak menilai hanya berdasarkan judul.

Contents

    • 0.1. Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Klaten Edukasi Pengguna Jalan
    • 0.2. BMKG Catat Gempa M 3,1 di Morowali, Sulteng
  • 1. Apa Isi Buku Islam ala Prabowo?
  • 2. Tujuannya Bukan Menciptakan Mazhab Baru
  • 3. Membahas Islam dalam Konteks Kepemimpinan
  • 4. Memuat Pandangan Sejumlah Tokoh Nasional
  • 5. Diluncurkan Bersama Tokoh MUI dan Baznas
  • 6. Gus Hilmi Pertanyakan Sisi Ibadah Prabowo
  • 7. Gus Maftuh Minta Buku Dibaca Secara Utuh
  • 8. Menempatkan Islam sebagai Nilai Kebangsaan

Buku Islam ala Prabowo kembali ramai dibahas setelah pendakwah Hilmi Firdausi atau Gus Hilmi mempertanyakan sisi dasar kehidupan spiritual Prabowo melalui akun X pribadinya pada Sabtu (5/9/2026). Di sisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren Nur Muhammad Surabaya KH Mas Muhammad Maftuh atau Gus Maftuh menegaskan bahwa buku tersebut tidak dimaksudkan untuk menghadirkan bentuk atau mazhab Islam baru.

You might also like

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polresta Klaten Gencarkan Edukasi di Simpang Empat Tegaldowo

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Klaten Edukasi Pengguna Jalan

31 October 2026
Gempa Bumi Bermagnitudo 3.1 Guncang Morowali, Sulteng

BMKG Catat Gempa M 3,1 di Morowali, Sulteng

31 October 2026

Di tengah buku Islam ala Prabowo kembali ramai dibahas, perhatian publik kemudian tertuju pada pertanyaan yang lebih mendasar, yakni apa sebenarnya isi dan tujuan buku tersebut. Berdasarkan materi yang termuat di dalamnya, buku itu mencoba menampilkan hubungan antara nilai-nilai Islam dan perjalanan hidup Prabowo, termasuk dalam konteks kepemimpinan, kebangsaan, keadilan, persatuan, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Apa Isi Buku Islam ala Prabowo?

Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam ditulis oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas.

Buku tersebut diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House dan pertama kali dirilis pada April 2025. Ketebalannya sekitar 346 halaman.

Pembahasan buku tidak hanya berfokus pada kehidupan pribadi Prabowo Subianto.

Sejumlah bagian mengulas perjalanan karier militernya, sikap dalam kehidupan publik, hingga kiprahnya dalam memimpin Indonesia.

Nilai yang dibahas antara lain perdamaian, keadilan, spiritualitas, persatuan, kepedulian kepada rakyat, kemanusiaan, serta upaya mewujudkan kesejahteraan.

Dengan struktur tersebut, buku menempatkan Prabowo sebagai figur yang kehidupan dan kepemimpinannya dibaca melalui perspektif nilai-nilai Islam.

Tujuannya Bukan Menciptakan Mazhab Baru

Salah satu perdebatan yang muncul berkaitan dengan penggunaan istilah “Islam ala Prabowo” pada judul buku.

Gus Maftuh meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan bahwa istilah tersebut mengarah pada pembentukan ajaran, aliran, maupun mazhab baru.

“Jangan memahami buku ini hanya dari tiga kata, ‘Islam Ala Prabowo’, kemudian langsung menyimpulkan seolah-olah ada Islam baru atau mazhab baru. Maksudnya adalah bagaimana nilai-nilai Islam dipahami dan tercermin dalam kehidupan, sikap, serta kepemimpinan Prabowo,” ujar Gus Maftuh, Sabtu (5/9/2026).

Menurut dia, fokus buku berada pada cara nilai-nilai Islam terlihat dalam sikap dan kepemimpinan seorang tokoh.

Dengan demikian, istilah “ala Prabowo” diposisikan sebagai cara melihat penerapan nilai dalam perjalanan seorang pemimpin, bukan sebagai konsep agama baru.

“Ini buku yang mencoba melihat sisi keislaman seorang pemimpin. Jadi yang dibicarakan bukan Islam sebagai agama yang baru, tetapi bagaimana nilai Islam seperti perdamaian, keadilan, persatuan, kepedulian kepada rakyat dan kemanusiaan dapat diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Membahas Islam dalam Konteks Kepemimpinan

Salah satu tujuan utama buku tersebut adalah menghubungkan nilai keagamaan dengan praktik kepemimpinan.

Pembahasan tidak ditempatkan sebatas pada ritual atau simbol keagamaan, melainkan diperluas ke aspek sosial dan kebangsaan.

Gus Maftuh menilai nilai agama dapat dilihat dari bagaimana seorang pemimpin memperlakukan rakyat, menjaga persatuan, serta menghadirkan keadilan dan perdamaian.

“Kalau agama hanya berhenti pada simbol, kita kehilangan substansinya. Islam harus menghadirkan akhlak, keadilan, kepedulian kepada rakyat, persaudaraan dan perdamaian. Kalau nilai-nilai itu bisa diwujudkan dalam kepemimpinan, tentu itu sesuatu yang harus kita apresiasi,” ujarnya.

Sudut pandang tersebut menjadi salah satu landasan pembahasan dalam buku Islam ala Prabowo.

Artinya, sisi keislaman tidak hanya ditempatkan pada kehidupan pribadi, tetapi juga dikaitkan dengan keputusan, tindakan, dan orientasi kepemimpinan.

Memuat Pandangan Sejumlah Tokoh Nasional

Buku Islam ala Prabowo juga memuat pandangan serta kontribusi sejumlah tokoh agama, akademisi, politisi, dan tokoh nasional.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani tercatat menulis prolog mengenai kepemimpinan Prabowo dan keterlibatannya dalam sejumlah isu dunia Islam, termasuk Palestina.

Selain Ahmad Muzani, terdapat sejumlah nama lain yang disebut dalam rangkaian penyusunan maupun kontribusi terhadap buku tersebut.

Mereka antara lain Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Prof. Dr. KH Noor Ahmad, KH Anwar Iskandar, serta Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar.

Menurut Gus Maftuh, keterlibatan berbagai tokoh tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai sisi keislaman Prabowo disampaikan melalui lebih dari satu perspektif.

Diluncurkan Bersama Tokoh MUI dan Baznas

Peluncuran buku Islam ala Prabowo juga melibatkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Iskandar dan Ketua Badan Amil Zakat Nasional Prof. Dr. Noor Achmad.

Kehadiran keduanya menjadi bagian dari momentum peluncuran buku yang membahas hubungan antara nilai Islam dan perjalanan kehidupan serta kepemimpinan Prabowo Subianto.

Buku tersebut kemudian tersedia secara komersial dan dapat ditemukan di sejumlah toko buku maupun marketplace.

Gus Hilmi Pertanyakan Sisi Ibadah Prabowo

Meski isi buku banyak menyoroti penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan dan kepemimpinan, perbincangan publik kemudian berkembang setelah Gus Hilmi mempertanyakan praktik dasar ibadah Prabowo.

Melalui akun X @Hilmi28, Gus Hilmi mengaku tertarik membaca buku tersebut karena belum pernah mendengar Prabowo membaca Al Fatihah.

“Jadi pingin baca buku ini, karena seumur hidup saya belum pernah mendengar beliau baca Al Fatihah. Saya juga tidak tahu apa beliau bisa membaca Al-Qur’an dan hafal bacaan-bacaan sholat, soalnya itu basic sekali dalam ajaran Islam,” tulis Gus Hilmi.

Ia juga meminta warganet yang memiliki dokumentasi Prabowo membaca Al Fatihah untuk membagikannya.

“Yang punya videonya boleh share ketika beliau membaca Al Fatihah. Kalau Pak SBY dan Pak Jokowi saya pernah lihat,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut membuat pembahasan buku berkembang dari persoalan isi menjadi diskusi mengenai cara publik melihat dimensi keagamaan seorang pemimpin.

Gus Maftuh Minta Buku Dibaca Secara Utuh

Di tengah perdebatan tersebut, Gus Maftuh mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil kesimpulan hanya dari potongan informasi, meme, komentar media sosial, maupun judul buku.

Menurut dia, kritik dan perbedaan pandangan tetap diperbolehkan, tetapi seharusnya didasarkan pada pemahaman terhadap substansi.

“Kalau ada yang berbeda pandangan, silakan. Buku adalah ruang intelektual untuk berdiskusi. Tetapi jangan sampai perbedaan tafsir kemudian berubah menjadi fitnah dan saling menghujat. Mari baca bukunya, pahami isinya, baru memberikan penilaian,” kata Gus Maftuh.

Ia berharap buku tersebut tidak digunakan untuk memperkuat polarisasi politik maupun sentimen keagamaan.

Sebaliknya, ia mendorong agar kehadiran buku menjadi ruang dialog mengenai hubungan antara Islam, nasionalisme, demokrasi, kebinekaan, dan pembangunan bangsa.

“Jangan jadikan Islam sebagai alasan untuk saling bermusuhan. Justru Islam mengajarkan kita untuk menjaga persaudaraan, perdamaian, menghormati sesama dan membangun kemaslahatan. Indonesia ini rumah bersama,” ujar Gus Maftuh.

Menempatkan Islam sebagai Nilai Kebangsaan

Dalam pandangan Gus Maftuh, salah satu konteks penting dari buku Islam ala Prabowo adalah posisi Indonesia sebagai negara yang majemuk.

Ia menilai nilai Islam seharusnya mendorong kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan bersatu.

“Islam yang kita inginkan adalah Islam yang membuat Indonesia maju, Islam yang rukun, Islam yang menjaga persatuan dan mampu hidup berdampingan dengan rukun, damai dan memegang erat konsesi kebangsaan bersama dengan umat umat beragama lainnya. Itulah wajah Islam Indonesia yang rahmatan lil alamin,” tegasnya.

Dengan demikian, tujuan buku Islam ala Prabowo tidak hanya memperkenalkan sisi keagamaan Prabowo Subianto, tetapi juga mencoba menggambarkan bagaimana nilai Islam dapat dipahami dalam konteks kepemimpinan dan kehidupan bernegara.

Perdebatan yang muncul setelah buku itu kembali ramai dibahas memperlihatkan adanya dua fokus yang berbeda. Gus Hilmi menyoroti aspek ibadah dasar Prabowo, sedangkan Gus Maftuh menekankan substansi nilai Islam yang tercermin dalam sikap dan kepemimpinan.

Di tengah perbedaan tersebut, isi buku Islam ala Prabowo pada akhirnya menjadi bagian penting yang perlu dibaca secara menyeluruh sebelum masyarakat memberikan penilaian terhadap tujuan maupun pesan yang hendak disampaikan.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Atmosphere Publishing HouseBuku berjudul Islam ala PrabowoBuku Islam ala PrabowoMazhab BaruPresiden Prabowo Subianto

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polresta Klaten Gencarkan Edukasi di Simpang Empat Tegaldowo

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Klaten Edukasi Pengguna Jalan

by Eko
31 October 2026
0

Headline.co.id ~ Satlantas Polresta Klaten menggelar sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026 di Simpang Empat Tegalyoso, Klaten, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan tersebut...

Gempa Bumi Bermagnitudo 3.1 Guncang Morowali, Sulteng

BMKG Catat Gempa M 3,1 di Morowali, Sulteng

by Dwina
31 October 2026
0

Headline.co.id, Morowali ~ Gempa bumi bermagnitudo 3,1 mengguncang wilayah Morowali, Sulteng, pada Jumat (30/10/2026) pagi. BMKG mencatat gempa terjadi pada...

Wakapolres hingga Kasatlantas Bantul Berganti, Kapolres Minta Pejabat Baru Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Mutasi Besar di Polres Bantul, Wakapolres, Kasatlantas hingga Tiga Kapolsek Berganti

by Saddam
31 October 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Sejumlah pejabat strategis di lingkungan Polres Bantul mengalami pergantian jabatan dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang...

Menko PM: JKN Wujud Gotong Royong Raksasa, Dorong Layanan Makin Kuat

Menko PM: JKN Jadi Wujud Gotong Royong Raksasa

by masfajar
31 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)...

Bulan Guru Nasional 2026 Diluncurkan, Kemendikdasmen Dorong Guru Terus Berinovasi

Bulan Guru Nasional 2026 Dorong Inovasi dan Pemerataan Guru

by masfajar
31 October 2026
0

Headline.co.id ~ Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Bulan Guru Nasional 2026 bertema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” di SMP...

Biro Psikologi SSDM Polri Kembangkan Konseling Pranikah bagi Personel

Program SIAP NIKAH Polri Fokus Cegah Masalah Rumah Tangga

by Dwina
31 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Biro Psikologi SSDM Polri mengembangkan Program SIAP NIKAH, layanan konseling pranikah bagi personel yang mengajukan izin menikah....

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Menempuh Jarak, Menjaga PSS Tetap Dekat

Perjalanan Panjang Suporter PSS Sleman untuk Mendukung Tim di Gianyar

5 September 2026
Identitas Mayat Perempuan di Sungai Code Terungkap Ida Kurniawati Asal Wonogiri

Polisi Temukan Luka dan Memar di Tubuh Ida Kurniawati, Korban Tewas Ditemukan di Sungai Code

2 April 2025
83 Botol Miras Disita dari Outlet Modern, Polres Bantul Bongkar Peredaran di 11 Lokasi

83 Botol Miras Disita dari Outlet Modern, Polres Bantul Bongkar Peredaran di 11 Lokasi

20 July 2026
23 WNI di Bandara Abu Dhabi Berhasil Dievakuasi oleh Pemerintah Indonesia

23 WNI di Bandara Abu Dhabi Berhasil Dievakuasi oleh Pemerintah Indonesia

3 March 2026

PLN Manfaatkan Pelet Sampah Untuk Kembangkan PLTU Jeranjang

12 February 2020
Disperindagkop Donggala Dukung 80 UMKM di Pasar Ramadan

Disperindagkop Donggala Dukung 80 UMKM di Pasar Ramadan

21 February 2026
Semarak Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Gelar Sapa Bansos dan Bakti Sosial di Sumenep

Sapa Bansos Jatim Hadirkan Layanan Sosial di Sumenep

15 October 2026

Artikel Terbaru

Mentan Puji Respons Cepat Polisi Usai Warga Laporkan Dugaan Penyelewengan Bansos

196 Karung Beras Bansos Diamankan di Cirebon, Polisi Selidiki

1 November 2026
Kehilangan Dua Poin di GBT, Rivera Akui Seluruh Pemain Kecewa

Persebaya Imbang 1-1 Lawan Persijap, Rivera Kecewa Kehilangan Poin

31 October 2026
Brimob Sulteng Gelar Hipnoterapi Gratis bagi 485 Warga Sambut HUT ke-81

Hipnoterapi Gratis Brimob Sulteng Diikuti 485 Warga

31 October 2026
Sering Pakai Styrofoam untuk Makanan? Kenali Risikonya

Styrofoam untuk Makanan, Ini Risiko dan Cara Pakainya

31 October 2026
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polresta Klaten Gencarkan Edukasi di Simpang Empat Tegaldowo

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Klaten Edukasi Pengguna Jalan

31 October 2026
Quiles grabs pole at Sepang while Danish takes Malaysia’s first front row since 2012 in P3

Quiles Pole Moto3 di Sepang, Hakim Danish Start Baris Depan

31 October 2026
Tiga Rekomendasi MU’TAMAD 2026, dari Transformasi Pesantren hingg Rujukan Solusi Global

MU’TAMAD 2026 Hasilkan Tiga Rekomendasi untuk Pesantren

31 October 2026

Popular Story

Bekali Peserta Sespimmen, Korlantas Polri Tekankan Polisi Hadir di Tengah Masyarakat
Peristiwa

Korlantas Polri Bekali Sespimmen soal Keselamatan Lalu Lintas

by Eko
27 October 2026
0

Headline.co.id ~ KORLANTAS POLRI, Lembang – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri membekali...

Read moreDetails

Meutya Hafid dan Kapolri Perkuat Sinergi Berantas Judi Online

Gaktibplin Polresta Sumenep Jadi Persiapan Operasi Patuh Semeru 2026

Patok Batas Tanah Diperjelas, Pengukuran ATR/BPN Ditargetkan 12 Hari

MotoGP Malaysia Jadi Pintu Masuk Menjelajahi Kuala Lumpur

FTBI Bahasa Banjar 2026, Balangan Raih Empat Prestasi

Sertifikasi Amil Kemenag Diikuti 110 Peserta di Dua UIN

Polda Riau Sita 35 Kg Sabu, Lima Tersangka Ditangkap

7 Penyebab Bansos PKH dan BPNT Gagal Cair, Cek Apakah Nama Anda Masih Terdaftar

Aceh Perkuat Pelaksanaan Putusan Pascaperceraian

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.