Headline.co.id, Sleman ~ Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kegiatan susur dan bersih-bersih Sungai Code melalui program “Kali Code Berdaya” pada 4 September 2026. Acara ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kota Yogyakarta, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sungai yang berkelanjutan. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk menjaga ekosistem sungai dan berharap kegiatan ini dapat menginspirasi daerah lain untuk mencintai lingkungan sungai.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyambut baik inisiatif ini dan melihatnya sebagai peluang untuk memperkuat rekonstruksi sosial masyarakat. Menurutnya, UGM memainkan peran penting dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan penerapannya di masyarakat. “UGM memberikan inspirasi-inspirasi yang luar biasa untuk rekonstruksi sosial bersama,” ujarnya.
Program “Kali Code Berdaya” merupakan hasil kolaborasi Sekolah Pascasarjana dan Sekolah Vokasi UGM, serta melibatkan berbagai pihak seperti Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak dan komunitas warga sekitar Sungai Code. Kegiatan ini dimulai dengan pelepasan burung sebagai simbol pembukaan, dilanjutkan dengan susur dan bersih-bersih sungai, serta srawung bersama warga di bantaran sungai. Acara diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman di Pasar Minggon, yang menegaskan komitmen bersama dalam pengelolaan Sungai Code.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Agus Maryono, menyoroti pentingnya menjaga sungai dari sampah dan limbah serta memastikan vegetasi di bantaran sungai tetap terpelihara. Ia juga mengingatkan tentang potensi bahaya seperti banjir bandang yang perlu diantisipasi melalui susur sungai berkala. Selain mitigasi bencana, Agus melihat potensi Sungai Code sebagai ruang wisata ramah lingkungan yang dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dicky Sofjan, Ph.D., dosen S3 Religious Studies dan pemerhati Sungai Code, menekankan pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam pengelolaan lingkungan sungai. Menurutnya, Sungai Code tidak hanya merupakan ruang ekologis, tetapi juga ruang sosial dan kultural yang kaya akan pengetahuan dan praktik kehidupan masyarakat. “Dunia Kali Code adalah dunia yang unik dan membutuhkan lebih banyak proses pembelajaran,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa Program Magister Manajemen Bencana SPs UGM, yang dapat memahami kondisi bantaran sungai dan dinamika sosial masyarakat. Program ini menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata di masyarakat, mendorong pemahaman tentang pengelolaan lingkungan, mitigasi bencana, dan pemberdayaan masyarakat.




















