Headline.co.id, Pada Sabtu Malam ~ 29 Agustus 2026, suasana di lokasi pengungsian Bekek, Desa Tadho Tengah, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, terasa berbeda. Di tengah kecemasan pascagempa, kehadiran Dapur Lapangan Polri membawa kehangatan dan kepedulian dengan menyajikan makanan hangat bagi para pengungsi. Personel Polres Ngada, melalui Operasi Aman Nusa II Turangga 2026, berperan aktif dalam menyiapkan dan membagikan makanan tersebut kepada warga yang terdampak bencana gempa bumi Flores.
Asap yang mengepul dari dapur lapangan menjadi simbol bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski dalam situasi darurat. Personel Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan di sekitar lokasi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa kehadiran dapur lapangan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat. “Polri ingin memastikan masyarakat terdampak bencana tidak merasa sendiri,” ujar Kombes Pol Henry.
Bagi para pengungsi, makanan hangat yang dibagikan malam itu lebih dari sekadar santapan. Setelah melewati hari-hari penuh ketidakpastian akibat gempa, makanan yang disiapkan dan diberikan langsung oleh personel Polri menjadi bentuk perhatian nyata yang sangat berarti. Kegiatan dapur lapangan ini juga menjadi kesempatan bagi personel untuk berinteraksi dengan warga, mendengarkan kondisi mereka, dan memantau kebutuhan yang masih diperlukan selama di pengungsian.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Polres Ngada memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat dilakukan bersama dengan unsur pemerintah daerah, TNI, dan pihak terkait lainnya. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam penanganan dampak bencana agar kebutuhan masyarakat dapat direspons dengan cepat dan tepat. Kapolda NTT melalui Kabidhumas menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kehadiran bersama dan berkelanjutan. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap kuat dan saling membantu. Sampaikan kepada petugas apabila ada kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian,” katanya.
Kehadiran Dapur Lapangan Polri di Pengungsian Bekek menunjukkan bahwa tugas kepolisian dalam situasi bencana memiliki dimensi kemanusiaan yang luas. Polisi hadir tidak hanya untuk menjaga situasi tetap aman, tetapi juga untuk membantu menyiapkan makanan, menyapa warga, memantau kondisi pengungsian, dan memberikan rasa tenang kepada mereka yang sedang menghadapi masa sulit. Di bawah cahaya malam di Pengungsian Bekek, sepiring makanan hangat menjadi simbol bahwa negara hadir, masyarakat diperhatikan, dan mereka tidak harus menghadapi bencana seorang diri. Polres Ngada berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pelayanan kepada masyarakat terdampak, memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait, serta memastikan dukungan kemanusiaan terus diberikan hingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

















