Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Dua Penyuluh Agama Islam berhasil meraih penghargaan tertinggi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korpri Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Sulawesi Selatan. Acara ini berlangsung dari tanggal 23 hingga 30 Agustus 2026. Harun Adiyanto, Penyuluh Agama Islam dari Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dinobatkan sebagai Terbaik 1 dalam kategori Hafizh Golongan Juz 30. Sementara itu, Sastra Yunita dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, meraih Terbaik 1 dalam Cabang Dakwah Al-Qur’an.
Sastra Yunita mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan pengalaman berharga yang memotivasi dirinya untuk terus meningkatkan kualitas sebagai Penyuluh Agama Islam. Ia mengakui menghadapi tantangan berupa kurangnya rasa percaya diri dan menjaga konsistensi latihan di tengah berbagai tanggung jawab. “Setiap kesulitan akan terasa ringan ketika dijalani dengan sabar, doa, dan tawakal kepada Allah,” ujarnya dalam pesan singkat pada Senin (31/8/2026).
Dalam persiapannya, Sastra membagi waktu dengan menetapkan skala prioritas. Meskipun tugas sebagai Penyuluh Agama Islam tetap menjadi amanah utama, ia tetap disiplin dalam memanfaatkan waktu yang tersedia untuk persiapan lomba. “Tidak sempurna, tetapi saya berusaha menjaga agar setiap amanah mendapatkan haknya,” tambahnya. Sastra menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat untuk terus mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari dan pengabdian kepada masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Harun Adiyanto juga menyatakan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraihnya. Menurutnya, penghargaan ini memiliki makna khusus karena merupakan penghargaan resmi pertama yang diterimanya dari instansi pemerintah melalui ajang MTQ Korpri Tingkat Nasional. “Saya sangat senang dengan penghargaan yang didapat saat ini. Sebab ini baru penghargaan pertama yang resmi saya dapat dari instansi pemerintah di MTQ Korpri Tingkat Nasional,” ungkap Harun. Ia menambahkan bahwa prestasi ini adalah bagian dari perjalanan panjang setelah sebelumnya belum berhasil meraih kejuaraan pada MTQ Korpri VII Nasional 2024 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Sastra Yunita juga berpesan kepada Penyuluh Agama Islam, dai dan daiyah, serta generasi muda untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. “Dekatilah Al-Qur’an, karena dari sanalah hati, ilmu, dan akhlak kita dibimbing. Teruslah berdakwah dengan kasih sayang, santun dalam tutur kata, dan jadikan keikhlasan sebagai landasan,” pesannya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil, tetapi juga dari kesungguhan menjalani proses. “Yang dinilai Allah bukan hanya hasil, tetapi juga kesungguhan dalam berikhtiar. Semoga Allah menjadikan setiap langkah dakwah kita sebagai amal jariyah yang bermanfaat,” pungkasnya.


















