Headline.co.id, Bandung ~ SLEMAN – Menjelang dimulainya Super League musim 2026/2027 pada Jumat, 4 September 2026, Manajemen PSS Sleman mengadakan pertemuan penting dengan Kapolresta Sleman. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Kapolresta Sleman ini dihadiri oleh Kapolresta Sleman, Kabagops Polresta Sleman, dan Kasat Intel Polresta Sleman. Dari pihak PSS Sleman, hadir Ketua Panpel dan Executive Representative (ER), serta perwakilan dari BCS dan pengamanan suporter. Audiensi ini berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 10.00 hingga 11.30 WIB.
Dalam pertemuan tersebut, tiga poin utama menjadi fokus pembahasan. Pertama, proyeksi dan antisipasi untuk pertandingan besar yang akan datang. PSS Sleman mempersiapkan diri untuk empat laga kandang yang diprediksi memiliki antusiasme dan risiko tinggi, yaitu melawan Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Persik Kediri. Persiapan ini mencakup pengaturan kuota penonton, pemetaan potensi risiko, penyusunan skema pengamanan, serta antisipasi peningkatan kehadiran suporter tandang setelah pencabutan larangan away. Koordinasi Panpel, Kepolisian, manajemen klub, dan elemen suporter menjadi langkah penting untuk memastikan setiap pertandingan berjalan aman dan kondusif.
Kedua, rencana forum stakeholder menjelang Derby Mataram. Asprov PSSI DIY berencana menggelar forum diskusi bersama seluruh stakeholder untuk mempersiapkan Derby Mataram. Forum ini akan melibatkan unsur pemerintah, kepolisian, manajemen klub, panitia pelaksana, hingga perwakilan suporter. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, meskipun masih menunggu konfirmasi resmi dari Asprov PSSI DIY. Forum ini diharapkan dapat menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama demi menjaga keamanan serta kondusivitas Derby Mataram.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ketiga, pembaruan kesepakatan damai dan komitmen kondusivitas Derby Mataram. Kelompok suporter sepakat untuk menjaga keamanan dan kondusivitas di kandang masing-masing, dengan mempertimbangkan dinamika grassroot serta penyelesaian persoalan musim lalu. BCS telah mencabut laporan di Polda DIY sebagai bagian dari komitmen penyelesaian, sementara laporan dari pihak PSIM di Polresta Yogyakarta masih dalam proses. Audiensi dengan Dirintelkam Polda DIY telah dilakukan untuk mendorong penyelesaian, dan dukungan monitoring serta identifikasi kendala proses tersebut diminta dalam audiensi dengan Kapolresta Sleman.
Sebagai tindak lanjut, PSS Sleman akan melakukan pemetaan dan koordinasi sejak awal terhadap empat laga yang diproyeksikan sebagai big match. Selain itu, mereka menunggu konfirmasi dari Asprov PSSI DIY terkait jadwal forum stakeholder, melanjutkan komunikasi di tingkat akar rumput bersama perwakilan suporter, dan melakukan monitoring secara berkala terhadap perkembangan penyelesaian permasalahan. Koordinasi dan komunikasi Kepolisian, Manajemen Klub, Panpel, dan perwakilan suporter akan diperkuat untuk memastikan pertandingan PSS Sleman, khususnya laga berisiko tinggi, berlangsung aman dan tertib.




















