Headline.co.id, Jakarta ~ Hari lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 pada Rabu, 2 September 2026, mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil, dan Humanis.” Tema tersebut menjadi pesan utama dalam peringatan yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin melalui upacara di Lapangan Upacara Badan Diklat Kejaksaan RI, Jakarta Selatan, sekitar pukul 07.30 WIB. Peringatan tahun ini menempatkan integritas, keadilan, dan pendekatan humanis sebagai nilai yang ditekankan dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum.
Momentum hari lahir Kejaksaan 2026 juga menjadi ruang refleksi bagi jajaran Adhyaksa untuk memperkuat kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Pesan tersebut tercermin tidak hanya dalam upacara nasional di Jakarta, tetapi juga melalui rangkaian kegiatan di sejumlah daerah, mulai dari ziarah ke taman makam pahlawan hingga tausiah yang menekankan nilai amanah dan integritas.
Peringatan hari lahir Kejaksaan ke-81 dilaksanakan satu hari setelah jajaran Kejaksaan di seluruh Indonesia menggelar ziarah dan tabur bunga di taman makam pahlawan masing-masing pada Selasa, 1 September 2026. Kegiatan itu menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus pengingat pentingnya nilai pengabdian dalam menjalankan tugas kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam upacara di Jakarta, peserta mengenakan pakaian dinas lapangan atau PDL. Koordinator di Direktorat Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Muhamad Jefri, bertindak sebagai perwira upacara.
Sementara itu, Kasubdit 1 C pada Jaksa Agung Muda Intelijen, Fatkhuri, bertugas sebagai komandan upacara.
Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana juga membacakan sejarah singkat Kejaksaan dalam rangkaian upacara tersebut.
Kepercayaan Publik Jadi Pesan Utama
Tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil, dan Humanis” menjadi benang merah peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI tahun ini.
Pemilihan tema tersebut menempatkan kepercayaan masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas institusi. Penegakan hukum tidak hanya ditekankan pada aspek profesionalitas, tetapi juga pada integritas, keadilan, serta pendekatan yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat.
Pesan serupa juga terlihat dalam rangkaian peringatan di Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur.
Kejati NTT menggelar ziarah di Taman Makam Pahlawan Dharma Loka, Kupang, pada Selasa, 1 September 2026, pukul 07.00 hingga 08.00 WITA.
Kegiatan dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Roch Adi Wibowo sebagai pimpinan rombongan ziarah.
Ziarah tersebut diikuti jajaran Kejati NTT, Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, serta Ikatan Adhyaksa Dharmakarini dari tingkat wilayah dan daerah.
Ziarah Jadi Refleksi Nilai Pengabdian
Rangkaian ziarah di TMP Dharma Loka diawali dengan upacara penghormatan kepada para pahlawan.
Roch Adi Wibowo kemudian memimpin prosesi peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghargaan atas jasa, perjuangan, serta pengorbanan para pahlawan bagi bangsa dan negara.
Kegiatan dilanjutkan dengan penaburan bunga oleh pimpinan rombongan dan seluruh peserta.
Prosesi tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat nilai pengabdian, integritas, dan semangat perjuangan dalam menjalankan tugas sebagai insan Adhyaksa.
Melalui kegiatan itu, Kejati NTT menegaskan komitmennya untuk menjadikan nilai perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas penegakan hukum yang berintegritas, adil, dan humanis.
Kejari Aceh Barat Tekankan Integritas dan Amanah
Tema integritas dalam peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 juga menjadi perhatian Kejaksaan Negeri Aceh Barat.
Kejari Aceh Barat menggelar tausiah dengan menghadirkan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Barat, Tgk. H. Mahdi Kari.us, S.Pd.I.
Dalam tausiahnya, Mahdi mengajak jajaran Kejaksaan untuk menjadikan momentum hari lahir sebagai waktu untuk bersyukur sekaligus melakukan introspeksi terhadap amanah yang telah diterima.
“Bersyukur untuk menjemput nikmat yang lain, dan bersabar atas nikmat yang telah tiada,” ujar Tgk. H. Mahdi Kari.us.
Menurutnya, peringatan hari lahir tidak hanya berkaitan dengan bertambahnya usia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mensyukuri perjalanan, tanggung jawab, serta amanah yang telah diberikan.
Rasa syukur, menurut penjelasan dalam tausiah tersebut, dapat diwujudkan melalui hati, lisan, dan perbuatan.
Syukur melalui hati berarti menyadari bahwa keberhasilan, kesehatan, kesempatan, dan amanah merupakan karunia yang harus melahirkan sikap rendah hati.
Adapun syukur dengan lisan diwujudkan melalui ucapan serta ungkapan terima kasih, sedangkan syukur melalui perbuatan dilakukan dengan menggunakan amanah untuk berbuat baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Kejujuran dan Keadilan Jadi Landasan Pelaksanaan Tugas
Mahdi juga menekankan bahwa amanah mempunyai posisi penting bagi mereka yang diberikan tanggung jawab untuk melayani masyarakat dan menegakkan hukum.
Nilai keimanan, kejujuran, integritas, serta keadilan harus menjadi landasan dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab.
Pesan tersebut selaras dengan tema nasional peringatan Hari Lahir Kejaksaan 2026 yang menempatkan pemulihan kepercayaan publik sebagai salah satu orientasi utama institusi.
Kepercayaan masyarakat dapat diperkuat melalui keteladanan, pelayanan yang baik, serta pelaksanaan tugas yang berorientasi pada kebenaran dan keadilan.
“Mari kita syukuri nikmat yang ada, bersabar atas nikmat yang telah tiada, dan menjadikan setiap amanah sebagai jalan untuk memberikan manfaat bagi sesama,” kata Mahdi.
Sejarah Hari Lahir Kejaksaan Diperingati Setiap 2 September
Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia diperingati setiap 2 September.
Tanggal tersebut merujuk pada momentum ketika Gatot Taroenamihardja dilantik sebagai Jaksa Agung pertama Indonesia. Sejak saat itu, Kejaksaan Agung berdiri secara institusional di Indonesia.
Pada peringatan ke-81 tahun 2026, perjalanan sejarah tersebut kembali dijadikan momentum refleksi bagi jajaran Kejaksaan.
Rangkaian upacara, ziarah, tabur bunga, serta kegiatan keagamaan di sejumlah daerah memperlihatkan bahwa peringatan tahun ini tidak hanya diarahkan pada aspek seremonial.
Tema penegakan hukum berintegritas, adil, dan humanis menjadi pesan utama yang menghubungkan seluruh rangkaian kegiatan, dengan tujuan memperkuat pengabdian sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan.





















