Headline.co.id, Jakarta ~ Pada acara Pelepasan Alumni dan Yudisium Wisuda ke-141 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama periode 2014–2019, menekankan pentingnya peran guru yang terus belajar. Acara yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta ini dihadiri oleh 660 calon alumni dari 18 program studi. Lukman menyampaikan bahwa setiap individu pada dasarnya adalah pengajar dan pendidik, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Lukman menegaskan bahwa mengajar dan belajar adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. “Setiap kita hakikatnya adalah pengajar dan pendidik, setidaknya untuk diri dan lingkungan terdekat kita sendiri. Karenanya, setiap pengajar dituntut untuk senantiasa belajar,” ujarnya pada Selasa (1/9/2026). Ia menambahkan bahwa ilmu yang dimiliki seharusnya tidak hanya disimpan, tetapi juga diamalkan dan dibagikan kepada orang lain.
Dalam kesempatan tersebut, Lukman juga mengajak para calon alumni untuk meneladani guru-guru yang berdedikasi dan tulus dalam menjalankan tugasnya. Ia mengisahkan tentang seorang guru inspiratif yang rela berenang sejauh satu mil demi mengajar di sebuah pulau, sebagaimana diceritakan dalam buku “Keteladanan Sosok Para Guru Madrasah Inspiratif” yang diterbitkan Kementerian Agama. Kisah ini, menurut Lukman, menunjukkan bahwa menjadi guru adalah panggilan pengabdian yang menuntut keteladanan dan kepedulian.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Wakil Rektor Bidang Administrasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Imam Subchi, menambahkan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. “Pada momentum ini, FITK UIN Jakarta melepas 660 alumni, yang terdiri atas 2 doktor, 44 magister, dan 614 sarjana dari berbagai program studi,” ungkapnya. Imam menekankan bahwa seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga harus menjadi teladan dalam penggunaan ilmu dan penghargaan terhadap perbedaan. Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat UIN Jakarta, termasuk Dekan FITK Prof. Siti Nurul Azkiyah, dan menjadi momen penting bagi para lulusan memasuki fase baru dalam kehidupan akademik dan profesional mereka.


















