Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Rupiah Indonesia Hari Ini Melemah, Kombinasi Faktor Global dan Domestik Tekan Nilai Tukar

Saddam by Saddam
2 months ago
in Ekonomi
Reading Time: 5 mins read
402 21
A A
0
harga minyak, penguatan dolar AS turut menjadi faktor yang membebani rupiah

harga minyak, penguatan dolar AS turut menjadi faktor yang membebani rupiah (Dok Foto Istimewa)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Rupiah Indonesia hari ini ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (1/9/2026), berada di level Rp17.744 per dolar AS. Mata uang Garuda turun 22 poin atau 0,12 persen dari posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp17.722 per dolar AS. Pelemahan terjadi akibat kombinasi tekanan global berupa kenaikan harga minyak dan penguatan dolar AS, serta faktor domestik berupa inflasi Indonesia yang lebih tinggi dari perkiraan.

Contents

    • 0.1. Bandara Riyadh Ditutup, Kemenhub Minta Hak Penumpang Dipenuhi
    • 0.2. Pisang Cavendish Sleman Tembus Pasar Modern
  • 1. Faktor Global Tekan Rupiah
  • 2. Penguatan Dolar AS Tambah Tekanan
  • 3. Inflasi Jadi Faktor Domestik
  • 4. Rupiah Melemah Dua Hari Perdagangan
  • 5. Mata Uang Asia Ikut Tertekan
  • 6. Mata Uang Negara Maju Kompak Melemah
  • 7. Kombinasi Sentimen Global dan Domestik Jadi Perhatian

Pergerakan rupiah Indonesia hari ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap nilai tukar tidak hanya berasal dari satu faktor. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak dunia naik hingga sekitar 91 dolar AS per barel, sementara di dalam negeri pelaku pasar mencermati perkembangan inflasi yang dinilai dapat memengaruhi kebijakan Bank Indonesia.

You might also like

Berita Terkini

Bandara Riyadh Ditutup, Kemenhub Minta Hak Penumpang Dipenuhi

17 October 2026
Berita Terkini

Pisang Cavendish Sleman Tembus Pasar Modern

17 October 2026

Tekanan terhadap rupiah Indonesia hari ini juga terjadi ketika sejumlah mata uang Asia dan mata uang utama negara maju melemah terhadap dolar AS. Meski demikian, data perdagangan Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan membantu menahan pelemahan rupiah agar tidak berlangsung lebih dalam.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Faktor Global Tekan Rupiah

Salah satu tekanan utama terhadap rupiah berasal dari kenaikan harga minyak dunia.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan harga minyak meningkat hingga sekitar 91 dolar AS per barel seiring eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

“Rupiah pada perdagangan hari ini melemah dipengaruhi oleh global kenaikan harga minyak seiring meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” ujar Rully.

Kenaikan harga minyak menjadi perhatian pelaku pasar karena meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global.

Kondisi tersebut meningkatkan ketidakpastian pasar dan menjadi salah satu faktor eksternal yang memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Penguatan Dolar AS Tambah Tekanan

Selain harga minyak, penguatan dolar AS turut menjadi faktor yang membebani rupiah.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan dolar AS menguat setelah muncul pernyataan hawkish dari Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh.

Menurut Lukman, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak ikut memperbesar tekanan terhadap pasar.

“Eskalasi di Timur Tengah dan harga minyak yang kembali naik ikut membebani,” ujar Lukman, Senin (31/8).

Penguatan dolar AS terlihat tidak hanya menekan rupiah, tetapi juga sejumlah mata uang di kawasan Asia dan negara maju.

Inflasi Jadi Faktor Domestik

Dari dalam negeri, pasar mencermati data inflasi Indonesia yang lebih tinggi dari perkiraan.

Lukman Leong menilai kondisi tersebut memberikan tekanan kepada Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga.

“Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan memberikan tekanan pada BI untuk menaikkan suku bunga. Namun, data perdagangan yang lebih kuat dari perkiraan menahan pelemahan yang lebih besar,” ujar Lukman, Selasa (1/9).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tekanan domestik terhadap rupiah terutama berasal dari perkembangan inflasi.

Di sisi lain, data perdagangan yang lebih kuat dari perkiraan menjadi faktor penyeimbang sehingga pelemahan rupiah dapat tertahan.

Rupiah Melemah Dua Hari Perdagangan

Tekanan terhadap rupiah telah terlihat sejak perdagangan Senin (31/8/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp17.722 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 0,15 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya yang berada di Rp17.693 per dolar AS.

Pada saat yang sama, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor Bank Indonesia terkoreksi 0,24 persen menjadi Rp17.746 per dolar AS.

Pada perdagangan Selasa, rupiah kembali turun 22 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.744 per dolar AS.

Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah mengalami tekanan dalam dua hari perdagangan berturut-turut.

Mata Uang Asia Ikut Tertekan

Pelemahan rupiah berlangsung di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan tercatat melemah 0,40 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,27 persen, dan dolar Singapura turun 0,19 persen.

Yen Jepang melemah 0,14 persen, yuan China turun 0,06 persen, sedangkan dolar Hong Kong terkoreksi 0,02 persen.

Sementara itu, peso Filipina bergerak datar terhadap dolar AS.

Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan dolar AS juga dialami sejumlah mata uang regional.

Mata Uang Negara Maju Kompak Melemah

Tekanan terhadap mata uang tidak hanya terjadi di Asia.

Seluruh mata uang utama negara maju yang disebut dalam data perdagangan juga tercatat melemah terhadap dolar AS.

Dolar Australia terkoreksi 0,29 persen, franc Swiss turun 0,22 persen, dan euro Eropa melemah 0,20 persen.

Dolar Kanada turun 0,13 persen, sedangkan poundsterling Inggris melemah 0,08 persen.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan dolar AS menjadi sentimen yang memengaruhi pergerakan mata uang secara lebih luas.

Kombinasi Sentimen Global dan Domestik Jadi Perhatian

Pergerakan rupiah pada perdagangan Selasa menunjukkan adanya tekanan yang datang secara bersamaan dari luar dan dalam negeri.

Dari sisi global, pasar mencermati eskalasi konflik AS-Iran, kenaikan harga minyak hingga sekitar 91 dolar AS per barel, serta penguatan dolar AS setelah muncul pernyataan hawkish dari Federal Reserve.

Dari sisi domestik, inflasi Indonesia yang lebih tinggi dari perkiraan menjadi perhatian karena dinilai memberikan tekanan terhadap Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga.

Namun, data perdagangan yang lebih kuat dari perkiraan membantu menahan tekanan sehingga rupiah ditutup melemah terbatas sebesar 0,12 persen pada level Rp17.744 per dolar AS.

Kombinasi faktor global dan domestik tersebut menjadi latar utama pergerakan rupiah pada perdagangan Selasa, ketika mata uang Garuda kembali berada dalam tekanan terhadap dolar AS.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: DomestikEskalasi konflikGlobal Tekan RupiahInflasi IndonesiaSentimen Global

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Berita Terkini

Bandara Riyadh Ditutup, Kemenhub Minta Hak Penumpang Dipenuhi

by Fajar Ari Wibowo
17 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta maskapai penerbangan memenuhi hak penumpang yang terdampak penutupan Bandara Internasional King Khalid...

Berita Terkini

Pisang Cavendish Sleman Tembus Pasar Modern

by Fajar Ari Wibowo
17 October 2026
0

Headline.co.id, Sleman ~ Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan pisang Cavendish sebagai komoditas buah bernilai tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar modern. Pengembangan...

Berita Terkini

Sorotan MSCI Uji Kepercayaan Investor di Pasar Saham Indonesia

by Fajar Ari Wibowo
17 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Tekanan di pasar saham Indonesia setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) dinilai menguji kepercayaan investor terhadap...

Stok Pertalite Turun Jadi 16-18 Hari, Ini Penyebabnya

by Fajar Ari Wibowo
17 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Stok nasional Pertalite (RON 90) turun dari sebelumnya di atas 20 hari menjadi 16-18 hari. Menteri Koordinator...

Berita Terkini

Pergantian Dirut PLN Disebut Aksi Korporasi Biasa

by Fajar Ari Wibowo
17 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia...

Berita Terkini

Reformasi Birokrasi Dipercepat untuk Dukung Aksesi OECD

by Fajar Ari Wibowo
17 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Republik Indonesia mempercepat reformasi birokrasi dan penguatan integritas pelayanan publik untuk mendukung proses aksesi Indonesia ke...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Pacitan, Jawa Timur

Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Pacitan, Jawa Timur

5 July 2026
KIM Bintang Jaya Itah Dinobatkan Sebagai Juara Umum di KIMFest 2025

KIM Bintang Jaya Itah Dinobatkan Sebagai Juara Umum di KIMFest 2025

16 November 2025
Jelang HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Satlantas Polres Boyolali Gelar Khitanan Massal

Satlantas Polres Boyolali Gelar Khitanan Massal untuk 40 Anak

20 September 2026
Gempa Magnitudo 3.3 Mengguncang Ternate, Maluku Utara

Gempa Magnitudo 3.3 Mengguncang Ternate, Maluku Utara

10 March 2026
: Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat dalam pertemuan bersama 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). BPMI Setpres

Prabowo: Pendidikan Fondasi Riset dan Inovasi Indonesia

6 October 2026
Pemkab Pulang Pisau Dorong Kebersamaan Lintas Agama untuk Kondusivitas Daerah

Pemkab Pulang Pisau Dorong Kebersamaan Lintas Agama untuk Kondusivitas Daerah

1 July 2026
Veda Ega Pratama, Pembalap Muda Indonesia, Raih Impian Jadi Red Bull Athlete

Veda Ega Pratama, Pembalap Muda Indonesia, Raih Impian Jadi Red Bull Athlete

17 March 2026

Artikel Terbaru

Sholat Subuh Keliling di Masjid Al-Azhar, Kapolres OKU Timur Sampaikan Pesan Kamtibmas

Kapolres OKU Timur Ajak Warga Jaga Kamtibmas Melalui Sholat Subuh Keliling di Martapura

17 October 2026
Berita Terkini

Bupati Lumajang Minta HKTI Optimalkan Alsintan

17 October 2026
Matangkan Persiapan, PSS Buka Celah Raih Kemenangan

PSS Sleman Siapkan Strategi Hadapi Persebaya di Surabaya

17 October 2026
Polda Jambi Telusuri Aktor di Balik Tambang Emas Ilegal Bungo, Amankan Empat Tersangka dan Dua Ekskavator

Tambang Emas Ilegal Bungo Diungkap, Empat Orang Jadi Tersangka

17 October 2026
Berita Terkini

Bandara Riyadh Ditutup, Kemenhub Minta Hak Penumpang Dipenuhi

17 October 2026
Berita Terkini

Peluncuran SPPG 3T Perluas Layanan Pemenuhan Gizi di Padang Panjang

17 October 2026
Jumat Berkah, Induk PJR BSD Korlantas Polri Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

Jumat Berkah Induk PJR BSD Korlantas Polri Dekatkan Polisi dan Warga

17 October 2026

Popular Story

Srawung Laisa Hadirkan Kehangatan di Malam HUT ke-80 RI Desa Tukum
Pemerintah

Srawung Laisa di Desa Tukum Padukan Cek Kesehatan dan Seni

by Dwina
15 October 2026
0

Headline.co.id, Lumajang ~ Kegiatan Sesarengan Datheng Ing Balai Desa atau Srawung Laisa...

Read moreDetails

Rehabilitasi Desa Adat Sade Fokus Keselamatan dan Ekonomi Warga

Pemkab Buleleng Dorong Modernisasi 573 Koperasi

Gempa Magnitudo 3,9 Guncang 192 Km Utara Tahuna

Tiga Tersangka Kasus Pria Tewas di Sungai Mahakam

PSS Sleman U20 Kejar Poin Usai Kalah dari Deltras FC

Pisang Cavendish Sleman Tembus Pasar Modern

Cek Kesehatan Gratis Palangka Raya Antisipasi Dampak Asap Karhutla

Harkopnas ke-79 Gresik Dorong Koperasi Go Digital

24 Kg Sabu dari Aceh Digagalkan Polisi di Langkat

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.