Headline.co.id, Bupati Siak ~ Alfedri, telah meminta pabrik kelapa sawit (PKS) di wilayahnya untuk menghentikan sementara praktik pembakaran janjang kosong (jangkos). Permintaan ini disampaikan pada Selasa, 25 Agustus 2026, sebagai respons terhadap keluhan masyarakat terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pembakaran tersebut. Alfedri menegaskan bahwa penghentian ini bertujuan untuk mengurangi polusi udara dan menjaga kesehatan warga sekitar.
Dalam pertemuan dengan perwakilan PKS, Alfedri menekankan pentingnya mencari solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan. “Kami berharap pihak PKS dapat segera menemukan metode pengolahan jangkos yang tidak merugikan lingkungan,” ujar Alfedri. Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan dalam bentuk konsultasi dan bantuan teknis untuk mewujudkan pengolahan limbah yang lebih berkelanjutan.
Selain itu, Bupati Siak juga menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas PKS. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penghentian sementara pembakaran jangkos benar-benar dilaksanakan. Alfedri menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rencana tindak lanjut dari pemerintah daerah mencakup penyusunan regulasi yang lebih ketat mengenai pengelolaan limbah industri. Alfedri berharap, dengan adanya regulasi yang jelas, praktik-praktik yang merugikan lingkungan dapat diminimalisir. “Kami berkomitmen untuk menjaga keseimbangan kemajuan industri dan kelestarian lingkungan,” tutup Alfedri dalam pernyataannya.

















