Headline.co.id, Jakarta ~ Universitas Riau (Unri) memutuskan untuk mengurangi aktivitas tatap muka di kampus seiring dengan memburuknya kualitas udara di wilayah tersebut. Keputusan ini diambil setelah pengamatan menunjukkan bahwa kualitas udara di Riau mengalami penurunan yang signifikan. Langkah ini diharapkan dapat melindungi kesehatan mahasiswa dan staf dari dampak buruk polusi udara.
Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Aras Mulyadi, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan data kualitas udara yang menunjukkan peningkatan polusi. “Kami harus memastikan bahwa lingkungan belajar tetap aman bagi semua pihak,” ujar Aras. Ia menambahkan bahwa kegiatan perkuliahan akan dialihkan ke format daring hingga kondisi udara membaik.
Langkah ini juga didukung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kepala Dinas Kesehatan, Mimi Yuliani Nazir, menekankan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan di tengah kondisi udara yang tidak sehat. “Kami menyarankan penggunaan masker dan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan,” kata Mimi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Universitas Riau akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika kondisi membaik, aktivitas tatap muka akan dipertimbangkan untuk dilanjutkan. Namun, prioritas utama tetap pada kesehatan dan keselamatan seluruh civitas akademika.

















