Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Provinsi Riau melalui Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Riau mengimbau seluruh rumah sakit di wilayah tersebut untuk bersiaga 24 jam dalam menghadapi dampak kabut asap yang semakin mengkhawatirkan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan kasus gangguan pernapasan akibat kualitas udara yang memburuk. Ketua PERSI Riau, dr. Dedi Afrizal, menekankan pentingnya kesiapsiagaan ini untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal.
Kabut asap yang melanda Riau disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa titik. Kondisi ini telah mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. “Rumah sakit harus siap menerima pasien dengan gangguan pernapasan dan menyediakan fasilitas yang memadai,” ujar dr. Dedi Afrizal. Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan dinas kesehatan setempat sangat penting untuk memantau perkembangan situasi.
Selain kesiapsiagaan rumah sakit, PERSI Riau juga mendorong peningkatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kabut asap dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Edukasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko kesehatan yang lebih serius. “Masyarakat harus diberi informasi yang tepat tentang cara melindungi diri dari dampak kabut asap,” tambah dr. Dedi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai tindak lanjut, PERSI Riau berencana mengadakan pelatihan bagi tenaga medis untuk meningkatkan kemampuan penanganan kasus gangguan pernapasan. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan respons cepat dan tepat dalam situasi darurat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalisir.


















