Headline.co.id, Manggarai ~ Sepekan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Laut Flores, warga Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, masih merasakan dampaknya. Banyak rumah mengalami kerusakan, dan warga terpaksa tinggal di tenda darurat. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., bersama jajarannya, mengunjungi keluarga terdampak di Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, untuk memberikan bantuan dan dukungan.
Kunjungan tersebut tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga untuk melihat langsung kondisi warga dan mendengarkan keluhan mereka. Kapolres memastikan bahwa keluarga rentan, terutama yang rumahnya rusak dan membutuhkan penanganan kesehatan, mendapatkan perhatian. Didampingi oleh Kapolsek Komodo IPDA Adhar, S.H., dan Danton 1 Kompi Brimob Batalyon B Pelopor IPDA Vinsen, serta personel Tim SAR Brimob, Kapolres menyusuri pemukiman warga yang terdampak.
Salah satu keluarga yang dikunjungi adalah Marta Reni (52) dan Bernadus Jaman (63). Rumah mereka mengalami kerusakan parah, sehingga mereka memilih tinggal di tenda darurat di halaman rumah. Bernadus yang tengah mengalami strok ringan mendapatkan perhatian khusus dari Kapolres. Bantuan berupa tujuh sak semen, dua paket sembako dari Kapolda NTT, dan satu selimut tebal diserahkan kepada keluarga ini. Kapolres juga berjanji untuk mengoordinasikan penanganan medis bagi Bernadus.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kunjungan berlanjut ke tenda darurat milik Rofina Fatimah (53), yang telah lama berjuang melawan strok. Setelah gempa, kondisi rumahnya yang retak memaksa Rofina, suami, dan anaknya tinggal di bawah tenda terpal. Kapolres menyerahkan empat sak semen, satu paket sembako, dan satu selimut. Rofina yang belum mendapatkan pemeriksaan medis selama beberapa hari di pengungsian, merasa terharu dengan perhatian yang diberikan. Kapolres memastikan bahwa tim medis akan segera hadir untuk memeriksa kondisi kesehatannya.
Kehadiran Polri di tengah para penyintas gempa memberikan sedikit rasa lega dan harapan bagi warga yang masih trauma. Bantuan dan perhatian yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban mereka dan membantu proses pemulihan pasca bencana.



















