Headline.co.id, Sleman ~ Pihak Transhome resmi melaporkan peristiwa kebakaran yang melanda gudangnya di Jalan Jogja–Solo Km 11, Kalitirto, Berbah, Sleman, kepada kepolisian setelah kejadian tersebut menewaskan dua karyawan dan menimbulkan kerugian material besar. Laporan diterima SPKT Polsek Berbah, Polresta Sleman, pada Kamis, 1 Oktober 2026, atau hari yang sama ketika kebakaran terjadi. Berdasarkan laporan awal yang diterima polisi, nilai kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp20 miliar. Kepolisian kini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro membenarkan bahwa pihak Transhome telah membuat laporan terkait peristiwa kebakaran tersebut.
Menurut Argo, laporan mengenai kejadian kebakaran diterima di SPKT Polsek Berbah, Polresta Sleman, pada 1 Oktober 2026. Proses penanganan kasus dan penyelidikan mengenai penyebab kebakaran masih dilakukan kepolisian.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Berdasarkan laporan awal yang diterima Polsek Berbah, kerugian akibat kebakaran Gudang Transhome di Jalan Jogja–Solo Km 11, Kalitirto, Berbah, Sleman, dilaporkan mencapai sekitar Rp20 miliar,” ujar Argo saat dikonfirmasi Headline.co.id.
Nilai kerugian sekitar Rp20 miliar tersebut masih merupakan angka yang disampaikan dalam laporan awal. Jumlah itu belum menjadi hasil penghitungan resmi secara keseluruhan.
Pendataan dan penghitungan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan total kerugian akibat kebakaran yang menghanguskan bagian bangunan, barang-barang di dalam gedung, serta sejumlah kendaraan milik karyawan.
Kebakaran Transhome Tewaskan Dua Karyawan
Kebakaran besar di Transhome terjadi pada Kamis, 1 Oktober 2026, sekitar pukul 12.30 WIB. Lokasi kejadian berada di Jalan Jogja–Solo Km 11, Padukuhan Mangunan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Korban pertama adalah Sulistiyani (42), warga Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman.
Korban kedua adalah Wiken Novalia Davin (20), warga Tawang Tanjungan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.
Selain dua korban meninggal, dua orang lainnya mendapatkan penanganan medis.
Chatarina Indah Primawati, warga Tirtomartani, Kalasan, mengalami sesak napas dan menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara Niky Ugi Putri, warga Purwomartani, Kalasan, menjalani pemeriksaan di RSI PDHI Kalasan dan tidak menjalani rawat inap.
Api Diketahui Saat Rapat Berlangsung
Berdasarkan informasi yang sebelumnya disampaikan kepolisian, kebakaran diketahui sekitar pukul 12.30 WIB.
Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho menuturkan ketika kejadian berlangsung, Manajer Operasional Transhome Claudius Devito Pristianta sedang mengikuti rapat di lantai dua area coffee shop. Ia kemudian menerima informasi dari tim melalui sambungan telepon dan video call mengenai kebakaran di area gudang.
“Claudius selanjutnya menuju area parkir dan bagian belakang gudang. Saat tiba di lokasi, api diketahui telah membesar dan merambat ke area parkiran,” tutur Heri.
Melihat api berkembang dengan cepat, Claudius memerintahkan seluruh tim melakukan evakuasi. Kobaran api kemudian terus meluas hingga menjangkau bagian lain bangunan.
Bangunan Transhome yang terdampak memiliki luas sekitar 3.500 meter persegi pada setiap lantai. Bangunan tersebut terdiri atas tiga lantai dan satu basement.
Berdasarkan informasi kepolisian, seluruh area bangunan terdampak kebakaran.
Puluhan Armada Dikerahkan Padamkan Kebakaran
Besarnya kebakaran membuat proses penanganan melibatkan petugas pemadam kebakaran, kepolisian, tenaga medis, SAR, relawan, dan berbagai unsur pendukung.
Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho sebelumnya mengatakan penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai pihak.
Sedikitnya 27 armada pemadam dan kendaraan pendukung suplai air dikerahkan ke lokasi. Jumlah tersebut terdiri atas 18 unit mobil pemadam kebakaran, empat unit water cannon kepolisian, dan lima unit kendaraan tangki air.
Lima unit Damkar Kabupaten Sleman diterjunkan dalam penanganan, kemudian tiga unit Damkar Provinsi DIY dan dua unit Damkar Kabupaten Bantul.
Armada lainnya berasal dari Kabupaten Gunungkidul, Boyolali, Klaten, Magelang, Angkasa Pura, Lanud Adisutjipto, UGM, serta Relawan Kebakaran Hasamindo Fire.
Empat water cannon yang digunakan terdiri atas dua unit dari Brimob Polda DIY, satu unit Polda DIY, dan satu unit Polresta Sleman.
Dukungan suplai air juga diberikan melalui satu unit tangki Angkasa Pura, tiga unit tangki PMI, dan satu unit tangki BNPB.
Jumlah tersebut belum termasuk ambulans serta kendaraan kedaruratan lainnya yang berada di lokasi.
Sejumlah Motor Karyawan Ikut Terbakar
Selain bangunan dan barang-barang di dalam gedung, api juga menghanguskan sejumlah sepeda motor milik karyawan yang sebelumnya terparkir di bagian belakang bangunan.
Api yang merambat ke area parkiran menyebabkan kendaraan tersebut ikut terdampak. Jumlah pasti sepeda motor yang terbakar belum diketahui karena pendataan masih dilakukan.
Besarnya dampak kebakaran itu menjadi bagian dari kerugian yang masih dihitung lebih lanjut.
Kepolisian menegaskan nilai sekitar Rp20 miliar merupakan kerugian yang dilaporkan berdasarkan data awal dan belum menjadi penghitungan akhir secara keseluruhan.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran Transhome masih dalam proses penyelidikan kepolisian.
“Penyebab kebakaran masih dalam pendalaman,” kata AKP Fitrianto Heri Nugroho saat dikonfirmasi Headline.co.id.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan, termasuk di bagian basement bangunan.
“Saat ini pihak damkar masih proses pendinginan kebakaran di basemen bawah, situasi di sekitar lokasi dalam keadaan aman dan terkendali,” ujar Fitrianto.
Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.
Dengan laporan resmi yang telah diterima kepolisian, proses penyelidikan terkait penyebab kebakaran kini terus berjalan. Sementara itu, penghitungan total kerugian masih membutuhkan pendataan lebih lanjut untuk memastikan nilai kerusakan yang sebenarnya akibat kebakaran Transhome Sleman.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















