Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
Hukum

Direktur PT Taru Martani Resmi Jadi Tersangka Korupsi Keuangan Perusahaan

3545
×

Direktur PT Taru Martani Resmi Jadi Tersangka Korupsi Keuangan Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Gambar Tersangka Kasus Korupsi
Ilustrasi Gambar Tersangka Kasus Korupsi (ist)

Headline.co.id, Yogyakarta, 28 Mei 2024 ~ Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY) telah menetapkan Direktur PT Taru Martani, NAA, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan perusahaan periode 2022-2023. Penetapan ini diumumkan oleh Wakil Kepala Kejati DIY, Amiek Wulandari, dalam konferensi pers yang digelar di Aula Kejati DIY.

Baca juga: Disdukcapil Bantul Targetkan Perekaman e-KTP Pemilih Pemula Rampung Sebelum Pilkada 2024

Amiek Wulandari menjelaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Daerah (Pemda) DIY ini telah dilakukan penyidikan intensif yang menghasilkan minimal dua alat bukti yang sah. “Ditemukan dua alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat 1. Kejati DIY menetapkan NAA selaku direktur sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan di PT Taru Martani,” ungkap Amiek.

Kasus ini bermula dari dugaan bahwa tersangka melakukan investasi dalam perdagangan berjangka komoditi berupa kontrak berjangka emas melalui PT Midtou Aryacom Futures tanpa persetujuan dari Rancangan Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan. “Tersangka melakukan investasi itu tanpa melalui RUPS tahunan untuk mendapat persetujuan,” lanjut Amiek.

Baca juga: Bertambahnya Korban Keracunan Makanan di Gunungkidul, Dua Orang Meninggal Dunia

Tindakan tersangka terungkap saat pembukaan rekening dilakukan atas nama pribadi, bukan perusahaan. Dalam periode Oktober 2022 hingga Maret 2023, NAA menempatkan modal secara bertahap dengan total Rp 18,7 miliar yang berasal dari dana idle cash PT Taru Martani. Rinciannya adalah pada 7 Oktober 2022 sebesar Rp 10 miliar, 20 Oktober 2022 sebesar Rp 5 miliar, 1 Desember 2022 sebesar Rp 2 miliar, 14 Desember 2022 sebesar Rp 500 juta, dan 24 Maret 2023 sebesar Rp 1,2 miliar.

Menurut Aspidsus Kejati DIY, Muhammad Anshar, tersangka sempat memperoleh keuntungan sebesar Rp 7 miliar, di mana Rp 1 miliar dimasukkan ke kas PT Taru Martani, sementara sisanya digunakan kembali sebagai modal oleh tersangka. “Berdasarkan summary record pada 5 Juni 2023, akun milik tersangka NAA dinyatakan mengalami kerugian. Hanya tersisa uang senilai Rp 8 juta namun telah dilakukan penarikan oleh Kejati DIY sebagai barang bukti ke depan,” jelas Anshar.

Baca juga: Jokowi Soroti Kementerian Punya 5.000 Aplikasi Saat Resmikan Govtech

Kejati DIY akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap potensi keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Sementara itu, berdasarkan surat penahanan Kepala Kejati DIY, tersangka NAA akan ditahan selama 20 hari sejak Selasa, 28 Mei 2024, di Lapas Kelas IIA Yogyakarta. NAA dikenakan pasal 2 ayat 1 juncto pasal 88 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi subsidair pasal 3 juncto pasal 18.

Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat PT Taru Martani merupakan salah satu BUMD penting di Yogyakarta yang bergerak di sektor perdagangan dan industri. Kejati DIY memastikan akan menindak tegas segala bentuk korupsi yang terjadi di lingkungan BUMD, guna menjaga kepercayaan publik dan integritas perusahaan milik daerah.

Terimakasih telah membaca Direktur PT Taru Martani Resmi Jadi Tersangka Korupsi Keuangan Perusahaan semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News Headline dan ikuti berita terbaru di Chanel WA Headline.

Baca juga: Hotman Paris Pertanyakan Status Pengguguran DPO dalam Kasus Pembunuhan Vina dan Eky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *