Headline.co.id, Maluku ~ 23 Agustus 2026 – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) melaksanakan penanaman jagung pipil di lahan seluas dua hektare di Desa Waetele, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan Asta Cita. Kegiatan penanaman yang dilakukan pada Kuartal III 2026 ini melibatkan Kelompok Tani Garda yang dibina oleh Bidpropam Polda Maluku.
Kepala Bidpropam Polda Maluku, Kombes Pol. Jarot Sungkowo, menyatakan bahwa penguatan ketahanan pangan memerlukan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk kepolisian, masyarakat, dan kelompok tani. “Penanaman jagung di lahan seluas dua hektare ini merupakan wujud dukungan nyata Bidpropam Polda Maluku terhadap program ketahanan pangan dan Asta Cita,” ujar Kombes Pol. Jarot di Ambon, Jumat (21/8/2026). Ia menambahkan bahwa pemanfaatan lahan produktif di daerah harus terus didorong untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Lahan yang ditanami jagung ini dikelola bersama oleh Kelompok Tani Garda yang dipimpin oleh Aam Purnama. Kombes Pol. Jarot berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada tahap penanaman, tetapi juga dilanjutkan dengan perawatan hingga masa panen. “Kami ingin menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan harus dilakukan melalui kerja bersama, dengan memanfaatkan potensi daerah dan melibatkan langsung masyarakat, khususnya kelompok tani,” katanya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Acara penanaman ini dihadiri oleh Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, sejumlah pejabat Bidpropam Polda Maluku, jajaran Polres Buru dan Polsek Waeapo, serta anggota Kelompok Tani Garda. Kombes Pol. Jarot menekankan pentingnya keberlanjutan program, mulai dari pemanfaatan lahan, perawatan tanaman, hingga penguatan kapasitas kelompok tani. “Yang kita dorong bukan hanya menanam hari ini, tetapi bagaimana tanaman ini dirawat, dipanen, dan menghasilkan manfaat. Ketahanan pangan membutuhkan konsistensi. Karena itu, kolaborasi dengan masyarakat akan terus diperkuat agar setiap program dapat memberikan hasil nyata,” tutupnya.



















