Headline.co.id, Jakarta ~ Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kerumutan, Riau, tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memperhatikan kesehatan fisik dan psikologis masyarakat terdampak. Upaya ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya aman dari bahaya kebakaran, tetapi juga mendapatkan dukungan kesehatan yang memadai.
Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, menjelaskan bahwa selain memadamkan api, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terpapar asap. “Kami menyediakan layanan kesehatan gratis untuk warga, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin dan pemberian masker,” ujar Edwar. Hal ini penting mengingat paparan asap dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan dan iritasi mata.
Selain itu, Dinas Kesehatan Riau juga mengerahkan tenaga medis untuk memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, dukungan psikologis ini bertujuan untuk membantu warga mengatasi stres akibat bencana. “Kami ingin memastikan bahwa kesehatan mental warga juga terjaga, karena dampak psikologis dari bencana sering kali terabaikan,” kata Mimi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya komprehensif pemerintah daerah dalam menangani karhutla. Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan masyarakat dapat pulih lebih cepat dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan normal. Pemerintah daerah juga berencana untuk terus memantau kondisi kesehatan warga dan menyediakan bantuan yang diperlukan hingga situasi benar-benar aman.


















