Headline.co.id, Jakarta ~ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat pemahaman finansial di tengah masyarakat, terutama di kalangan anak muda yang menjadi tulang punggung perekonomian masa depan. Program ini diluncurkan pada Selasa, 18 Agustus 2026, dengan tujuan untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan keuangan yang memadai.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, menyatakan bahwa literasi keuangan yang baik sangat penting untuk memastikan bahwa generasi muda dapat membuat keputusan finansial yang bijaksana. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak muda kita memiliki pemahaman yang kuat tentang produk dan layanan keuangan,” ujar Wimboh. OJK berencana untuk mengadakan berbagai kegiatan edukasi dan pelatihan yang dirancang khusus untuk menarik minat generasi muda.
Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan, sehingga lebih banyak anak muda yang dapat mengakses layanan keuangan formal. OJK bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan organisasi pemuda untuk menyelenggarakan seminar, workshop, dan kompetisi yang berfokus pada topik keuangan. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta generasi yang lebih melek finansial dan mampu berkontribusi secara positif terhadap perekonomian nasional.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, OJK juga akan memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau lebih banyak peserta. Platform online dan media sosial akan digunakan untuk menyebarluaskan informasi dan materi edukasi keuangan. “Kami ingin memastikan bahwa semua anak muda, di mana pun mereka berada, memiliki akses yang sama terhadap informasi keuangan yang penting,” tambah Wimboh. Dengan langkah-langkah ini, OJK berharap dapat menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
















