Headline.co.id, Kementerian Pendidikan ~ Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memastikan bahwa kegiatan pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berlangsung meskipun daerah tersebut baru saja dilanda gempa bumi. Langkah ini diambil untuk menjamin keberlanjutan proses belajar mengajar dan meminimalkan dampak bencana terhadap pendidikan. Gempa yang terjadi pada awal bulan ini telah menimbulkan kerusakan di beberapa wilayah, namun pemerintah berkomitmen untuk menjaga agar kegiatan akademik tidak terganggu.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof. Nizam, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai perguruan tinggi di NTT untuk memastikan kesiapan mereka dalam menghadapi situasi ini. “Kami telah menginstruksikan agar semua perguruan tinggi melakukan penilaian cepat terhadap kerusakan yang terjadi dan segera melaporkan kebutuhan yang diperlukan untuk pemulihan,” ujar Nizam. Ia menambahkan bahwa dukungan logistik dan teknis akan diberikan untuk membantu proses pemulihan.
Selain itu, Kemdiktisaintek juga telah menyiapkan rencana kontingensi untuk memastikan bahwa kegiatan perkuliahan dapat terus berjalan, baik secara daring maupun luring, tergantung pada kondisi masing-masing kampus. “Kami memahami bahwa situasi ini menuntut fleksibilitas, dan kami siap memberikan bantuan yang diperlukan agar mahasiswa dapat terus belajar,” tambah Nizam. Pemerintah juga berencana untuk memberikan bantuan dana bagi perguruan tinggi yang mengalami kerusakan infrastruktur.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas meskipun di tengah bencana. Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa pendidikan tinggi di NTT dapat pulih dan berfungsi normal secepat mungkin.



















