Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan inspeksi menyeluruh terhadap infrastruktur pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi mengguncang wilayah tersebut. Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kelayakan operasional pelabuhan pasca bencana. Gempa yang terjadi pada tanggal 14 Agustus 2026 ini memicu kekhawatiran akan potensi kerusakan yang dapat mempengaruhi aktivitas pelabuhan.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha, menyatakan bahwa tim teknis telah dikerahkan untuk menilai kondisi fisik pelabuhan. “Kami perlu memastikan bahwa semua fasilitas pelabuhan aman digunakan dan tidak ada kerusakan struktural yang dapat membahayakan keselamatan pengguna,” ujar Arif. Pemeriksaan ini mencakup evaluasi dermaga, gudang, dan fasilitas pendukung lainnya.
Selain itu, Kemenhub juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut. Langkah ini diambil guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan yang dapat mempengaruhi stabilitas infrastruktur pelabuhan. Arif menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi dan siap mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai tindak lanjut, Kemenhub berencana untuk melakukan perbaikan segera jika ditemukan kerusakan pada fasilitas pelabuhan. “Keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami akan memastikan bahwa semua pelabuhan di NTT dapat beroperasi dengan aman dan efisien,” tegas Arif. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak gempa terhadap kegiatan ekonomi dan transportasi di wilayah tersebut.




















