Headline.co.id, Sikka ~ Gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang Mbay, Nagakeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Menanggapi situasi darurat ini, Kepolisian Republik Indonesia bergerak cepat. Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Johanis Asadoma, langsung terbang ke Kabupaten Sikka untuk memimpin penanganan bencana di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan koordinasi dan bantuan kepada masyarakat terdampak dapat berjalan dengan efektif.
Selain itu, Markas Besar Polri juga telah menyiapkan perkuatan personel dan logistik yang akan diberangkatkan pada malam hari yang sama. Pengiriman bantuan ini bertujuan untuk mendukung upaya penanganan darurat di lokasi bencana. Mabes Polri memastikan bahwa segala kebutuhan mendesak, termasuk tenaga medis dan peralatan penyelamatan, akan segera tiba di NTT.
Irjen Pol. Johanis Asadoma menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan kesejahteraan warga yang terdampak gempa. “Kami berkomitmen untuk memberikan bantuan secepat mungkin dan memastikan bahwa semua warga yang membutuhkan pertolongan dapat terlayani dengan baik,” ujarnya. Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya juga terus dilakukan untuk memaksimalkan upaya penyelamatan dan pemulihan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Gempa ini menambah daftar panjang bencana alam yang melanda wilayah NTT dalam beberapa waktu terakhir. Dengan adanya respons cepat dari Polri dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat segera kembali beraktivitas normal. Upaya ini juga menunjukkan kesiapan dan kesigapan Polri dalam menghadapi situasi darurat demi melindungi dan melayani masyarakat.



















