Headline.co.id, Kupang ~ NTT – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol Johanis Asadoma, bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, menegaskan langkah-langkah penanganan pasca gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores. Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di Mbay, Nagakeo, menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam upaya penanganan bencana.
Dalam pernyataannya, Kapolda NTT menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah evakuasi korban dan pendataan kerusakan. “Kami berupaya memastikan keselamatan warga dengan melakukan evakuasi secepat mungkin,” ujar Irjen Pol Johanis Asadoma. Selain itu, pendataan korban dan kerusakan infrastruktur menjadi prioritas untuk memudahkan penyaluran bantuan.
Gubernur Viktor Laiskodat menambahkan bahwa pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks terkait bencana ini. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi,” tegasnya. Langkah ini diambil untuk menjaga ketenangan dan menghindari kepanikan di tengah masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai tindak lanjut, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan relawan telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk memberikan bantuan. Pemerintah daerah juga berencana mengadakan posko darurat untuk memfasilitasi kebutuhan dasar para pengungsi. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir dampak bencana dan mempercepat proses pemulihan di wilayah yang terdampak gempa.
















