Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia berencana meluncurkan layanan ambulans udara dan dokter terbang mulai tahun 2027. Langkah ini diambil untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di daerah terpencil dan sulit dijangkau. Program ini diharapkan dapat memberikan respons cepat dalam situasi darurat medis, terutama di wilayah yang tidak memiliki fasilitas kesehatan memadai.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat sistem kesehatan nasional. “Kami ingin memastikan bahwa semua warga negara, di mana pun mereka berada, dapat memperoleh layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas,” ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Program ambulans udara ini akan melibatkan kerja sama Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pesawat yang digunakan akan dilengkapi dengan peralatan medis canggih dan akan dioperasikan oleh tenaga medis terlatih. Selain itu, dokter terbang akan disiapkan untuk memberikan layanan medis langsung di lokasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga berencana untuk melakukan pelatihan intensif bagi tenaga medis yang akan terlibat dalam program ini. Pelatihan tersebut mencakup penanganan medis darurat dan penggunaan peralatan medis di udara. “Kami berharap dengan adanya program ini, kualitas layanan kesehatan di Indonesia dapat meningkat secara signifikan,” tambah Budi. Program ini diharapkan dapat mulai beroperasi penuh pada tahun 2027, setelah semua persiapan dan pelatihan selesai dilakukan.


















