Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen. Dalam upaya mencapai target tersebut, Presiden menekankan pentingnya investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja baru. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara di Jakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Presiden Jokowi menjelaskan bahwa investasi harus diarahkan untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat. “Investasi yang masuk harus mampu menciptakan lapangan kerja, bukan hanya sekadar menambah modal,” tegasnya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Lebih lanjut, Presiden menyoroti pentingnya reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi untuk menarik lebih banyak investor. Ia menekankan bahwa kemudahan berbisnis di Indonesia harus terus ditingkatkan agar iklim investasi semakin kondusif. “Kita harus memastikan bahwa regulasi yang ada tidak menghambat, tetapi justru memfasilitasi investasi,” ujar Jokowi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah konkret, pemerintah berencana untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Presiden Jokowi optimis bahwa dengan langkah-langkah strategis ini, target pertumbuhan ekonomi 6 persen dapat tercapai. “Kita harus bekerja keras dan bersinergi untuk mencapai tujuan ini,” tutupnya.

















