Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Seorang pria di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, diduga menyamar sebagai petugas kepolisian untuk menghentikan sebuah sedan Tesla di jalan tol Interstate 17 arah selatan, dekat Dove Valley Road. Dalam peristiwa yang diberitakan pada Rabu, 23 September 2026, pria tersebut menggunakan pikap Chevrolet tua yang dilengkapi lampu strobo merah dan biru untuk membuat mobil Tesla menepi. Kejadian itu kemudian berakhir dengan cara tidak biasa karena pria tersebut justru menghubungi pihak kepolisian dan menunggu di lokasi sampai petugas datang. Setelah diperiksa, Arizona Department of Public Safety atau AZDPS memastikan pria itu tidak memiliki kewenangan sebagai aparat penegak hukum.
Menurut keterangan AZDPS, pria tersebut mengendarai sebuah pikap Chevrolet model lama ketika melakukan aksinya. Lampu strobo darurat berwarna merah dan biru dipasang di bagian atas dasbor kendaraan, sehingga dapat digunakan untuk memberi kesan seperti kendaraan yang mempunyai kewenangan menghentikan pengguna jalan.
Lampu Strobo Digunakan untuk Membuat Tesla Menepi
Saat berada di Interstate 17 arah selatan, pria itu menggunakan lampu strobo pada pikap Chevrolet untuk membuat sebuah sedan Tesla berwarna perak menepi. Lokasi penghentian berada di sekitar Dove Valley Road.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di dalam Tesla terdapat pasangan pria dan wanita. Polisi kemudian memeriksa keduanya sebagai bagian dari penyelidikan setelah petugas tiba di lokasi kejadian.
Namun, rangkaian peristiwa tersebut berbeda dari dugaan penyamaran sebagai aparat yang biasanya diikuti upaya meninggalkan lokasi. Setelah Tesla berhasil dihentikan, pengemudi Chevrolet justru tetap berada di tempat kejadian.
Pria Itu Justru Menelepon Polisi
Pria tersebut menghubungi pihak kepolisian setelah menghentikan Tesla. Ia mempertahankan komunikasi dengan operator layanan darurat sambil menunggu petugas resmi datang ke lokasi.
'Hal yang paling aneh dalam kasus ini adalah pelapor yang menghubungi pihak berwenang ke lokasi kejadian merupakan orang yang sama yang menghentikan mobil Tesla tersebut,' tulis AZDPS dalam keterangannya.
Tindakan itu membuat petugas dapat relatif mudah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terlibat. Ketika polisi tiba, pria pengemudi Chevrolet masih berada di lokasi bersama orang-orang yang berada di dalam Tesla.
Pemeriksaan Ungkap Tidak Ada Kewenangan Kepolisian
Hasil pemeriksaan menunjukkan pengemudi pikap Chevrolet tidak mempunyai kewenangan sebagai aparat penegak hukum. Polisi juga mendapati pria tersebut tidak memiliki hubungan dengan lembaga kepolisian.
Setelah identitas dan statusnya diperiksa, pria yang belum diungkap identitasnya kepada publik itu langsung diborgol di lokasi. Ia kemudian ditangkap atas dugaan menyamar sebagai petugas polisi.
Pada saat kejadian, pria tersebut diketahui menggunakan Chevrolet 2500 model lama berwarna gelap. Ia mengenakan kemeja polo merah, celana jins berwarna gelap, dan topi bisbol.
Motif Menghentikan Tesla Belum Diketahui
Meski penangkapan telah dilakukan, motif pria tersebut menghentikan sedan Tesla masih belum diketahui. AZDPS masih menyelidiki alasan di balik tindakannya menggunakan lampu strobo untuk membuat kendaraan lain berhenti di jalan.
Penyelidikan juga diarahkan untuk mengetahui apakah peristiwa tersebut merupakan aksi pertama pria itu. Penyidik mengkhawatirkan kemungkinan ia sebelumnya pernah melakukan tindakan serupa terhadap pengguna jalan lain.
AZDPS Telusuri Kemungkinan Kejadian Serupa
AZDPS meminta masyarakat yang merasa pernah dihentikan oleh kendaraan dengan ciri-ciri serupa untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Informasi dari pengguna jalan diperlukan untuk membantu penyidik mengetahui apakah ada kejadian lain yang berkaitan dengan pria tersebut.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk berhati-hati ketika dihentikan oleh kendaraan yang pengemudinya mengaku sebagai aparat. Dalam kejadian di Arizona ini, kendaraan yang digunakan pria tersebut memang dilengkapi lampu strobo merah dan biru, tetapi pemeriksaan polisi memastikan pengemudinya tidak memiliki kewenangan penegakan hukum.
Peristiwa itu menjadi semakin tidak biasa karena pria yang diduga melakukan penyamaran tidak mencoba meninggalkan lokasi setelah menghentikan Tesla. Ia justru menjadi orang yang menghubungi pihak berwenang, tetap berkomunikasi dengan operator layanan darurat, dan menunggu kedatangan petugas sebelum akhirnya diborgol serta ditangkap di lokasi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















