Highlight Berita Sespimmen Polri Angkatan 67 Kunjungi Polres Kulonprogo, Bahas UMKM hingga Ketahanan Pangan:
Headline.co.id, Kulonprogo ~ Polres Kulonprogo menerima kunjungan 11 peserta didik Management Course (MC) Level III Sespimmen Polri Angkatan ke-67 Tahun Anggaran 2026 di Aula Polres Kulonprogo, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Studi Lingkungan Organizational Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning (ES) untuk mengasah kemampuan peserta dalam menganalisis organisasi sekaligus membaca dinamika lingkungan strategis. Dalam kunjungan tersebut, peserta juga menggali persoalan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), ketahanan pangan, hingga pembangunan ekonomi inklusif di Kabupaten Kulonprogo.
Kasihumas Polres Kulonprogo Iptu Sarjoko menyampaikan kepada Headline.co.id bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian pendidikan Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun 2026. Studi lingkungan diarahkan untuk melatih kemampuan analitis, cara berpikir sistemik, serta kemampuan peserta membaca kondisi organisasi dan lingkungan secara komprehensif.
Management Course tersebut mengusung tema “Mewujudkan Pimpinan Tingkat Menengah Polri, Kementerian dan Lembaga yang Membangun Keutamaan Pendidikan yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.”
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Tema itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan, energi, serta pembangunan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Management Course Jadi Ruang Bertukar Gagasan
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Kapolres Kulonprogo AKBP Ridho Hidayat, S.I.K., M.H. Selanjutnya, sambutan Kepala Sespim Lemdiklat Polri dibacakan oleh Brigadir Jenderal Polisi Priyo Waseso, S.Si., M.P.P.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan plakat, foto bersama, serta audiensi yang melibatkan narasumber internal dan eksternal.
Kapolres Kulonprogo menyampaikan bahwa Management Course menjadi momentum strategis untuk membangun sinergi sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan dalam melihat persoalan yang berkembang di masyarakat.
Forum tersebut juga diarahkan untuk menggali permasalahan serta merumuskan solusi yang dapat digunakan dalam menjawab berbagai tantangan di lapangan.
Audiensi eksternal melibatkan perwakilan Dinas Perdagangan dan para pelaku UMKM Kabupaten Kulonprogo. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi untuk menggali potensi, tantangan, serta solusi dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ketahanan pangan, dan pembangunan ekonomi yang inklusif.
Kapolres Kulonprogo Soroti Peran Strategis UMKM
Dalam sambutannya, Kapolres Kulonprogo menekankan pentingnya posisi UMKM dalam menopang perekonomian masyarakat. Sektor tersebut dinilai memiliki kontribusi dalam membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Karena itu, pemberdayaan UMKM membutuhkan dukungan dari berbagai aspek, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kemudahan akses pembiayaan, pemanfaatan digitalisasi, pemasaran, legalitas usaha hingga perluasan pasar.
Pada saat bersamaan, kepolisian memiliki peran dalam memastikan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan dalam situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
“Polri memiliki peran strategis dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sehingga masyarakat dapat bekerja, berusaha dan berproduksi. Keamanan dan kesejahteraan merupakan dua hal yang saling berkaitan dan saling menguatkan,” demikian disampaikan dalam sambutan Kapolres Kulonprogo.
Kondisi keamanan yang terjaga diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menjalankan kegiatan ekonomi secara produktif.
OHA dan Environmental Scanning Perkuat Kompetensi Kepemimpinan
Dalam sambutan Kepala Sespim Lemdiklat Polri disebutkan, Studi Lingkungan OHA dan ES merupakan bagian penting dari pembelajaran kepemimpinan tingkat menengah.
Melalui metode tersebut, peserta didik diarahkan agar memiliki kemampuan mendiagnosis kesehatan organisasi, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, sekaligus memetakan peluang serta ancaman strategis.
Peserta juga dituntut mampu merumuskan langkah adaptif dengan menggunakan data sebagai landasan dalam pengambilan keputusan.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu aspek yang dikembangkan dalam pendidikan Sespimmen untuk membentuk calon pimpinan tingkat menengah yang mampu memahami kondisi internal organisasi sekaligus perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya.
Libatkan Pelaku UMKM hingga Kegiatan Sosial
Selain kegiatan akademik dan audiensi, Management Course Sespimmen Polri di Kulonprogo juga diisi dengan kegiatan sosial.
Peserta menyerahkan bantuan sosial kepada perwakilan pelaku UMKM. Kegiatan donor darah turut dilaksanakan dengan melibatkan peserta Management Course dan personel Polres Kulonprogo.
Pada sore hari, peserta mengikuti kegiatan Cangkrukan “Jaga Warga”. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi, sinergi, serta kedekatan antara Polri dan masyarakat.
Melalui rangkaian Management Course Sespimmen Angkatan ke-67 tersebut, diharapkan muncul berbagai rekomendasi strategis dan inovatif yang dapat mendukung pemberdayaan UMKM serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Kulonprogo.
Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan ekonomi yang produktif dan inklusif.





















