Headline.co.id, Jakarta ~ Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026 mencapai 5,29 persen, didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,04 persen, sementara investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) meningkat 4,96 persen. Kedua sektor ini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
Kepala BPS, Margo Yuwono, menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga yang meningkat disebabkan oleh peningkatan daya beli masyarakat dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok. “Konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) kita, sehingga pertumbuhannya sangat berpengaruh terhadap ekonomi secara keseluruhan,” ujar Margo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Selain konsumsi rumah tangga, investasi juga menunjukkan tren positif. Sektor konstruksi dan infrastruktur menjadi kontributor utama dalam peningkatan investasi. Pemerintah terus mendorong proyek-proyek strategis nasional yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan menarik lebih banyak investasi asing. “Pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki iklim investasi agar lebih kondusif bagi investor,” tambah Margo.
Meski demikian, Margo mengingatkan bahwa tantangan ekonomi global seperti ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga komoditas masih perlu diwaspadai. Pemerintah diharapkan terus mengimplementasikan kebijakan yang dapat menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. “Kita harus tetap waspada dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi di tingkat global,” tutupnya.





















