Headline.co.id, Wakil Menteri Komunikasi Dan Informatika ~ Nezar Patria, menyatakan bahwa pemerataan akses internet di Indonesia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pembangunan Base Transceiver Station (BTS). Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara di Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026. Nezar menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam memperluas jangkauan internet ke seluruh pelosok negeri.
Dalam penjelasannya, Nezar Patria mengungkapkan bahwa pemerintah kini mengadopsi pendekatan baru dengan memanfaatkan teknologi satelit dan jaringan fiber optik. “Kami berupaya memanfaatkan teknologi satelit untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan BTS,” ujarnya. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses internet di wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani dengan baik.
Nezar juga menyoroti peran penting kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan pemerataan akses internet. Menurutnya, kerjasama ini akan mempercepat proses pembangunan infrastruktur digital yang lebih merata. “Kami mengajak pihak swasta untuk turut serta dalam pengembangan infrastruktur ini, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati akses internet yang berkualitas. Nezar menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus berinovasi dan mencari solusi terbaik dalam menghadapi tantangan pemerataan akses internet di Indonesia.




















