Headline.co.id, Bandung ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) mencatatkan prestasi gemilang dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi 2026 yang berlangsung di Universitas Airlangga (UNAIR) pada 8 hingga 12 Juni. Kontingen UGM berhasil membawa pulang total 13 medali, terdiri dari dua medali emas, tiga medali perak, enam medali perunggu, dan dua penghargaan honorable mention. Dengan pencapaian ini, UGM menempati posisi kedua secara nasional, tepat di bawah Institut Teknologi Bandung (ITB).
Di bidang Biologi, Karina Raihana Salsabila dari Fakultas Biologi berhasil meraih medali emas, sementara Ganang Fattahuddien Attar dari Fakultas Kesehatan dan Kedokteran Masyarakat (KKMK) memperoleh medali perak. Bidang Matematika juga menyumbangkan medali emas melalui Fajar Arif Shodiqin dari Fakultas MIPA, medali perunggu oleh Faiq Pramatya Murdiyanto dari Fakultas Teknik, serta penghargaan honorable mention untuk Aditya Yoga Sadana dari Fakultas MIPA.
Prestasi di bidang Kimia diraih dengan dua medali perak oleh M. Asyiq Manarul Hidayah dan Rafif Dista Serano, keduanya dari Fakultas Teknik. Jonathan Aaron Gunawan dari Fakultas MIPA menyumbangkan medali perunggu, sementara Anton Triyono dari fakultas yang sama mendapatkan honorable mention. Di bidang Fisika, empat medali perunggu diraih oleh Muhammad Farros Hamka (Fakultas Teknik), Muhammad Fajar Maulid, Imaduddin Akmal, dan Syamsul Ma’arif (ketiganya dari Fakultas MIPA).
Asyiq, salah satu peraih medali perak di bidang Kimia, mengungkapkan tantangan yang dihadapinya selama kompetisi. Ia harus menyeimbangkan kewajiban akademik dan persiapan kompetisi, terutama karena jadwal ONMIPA bertepatan dengan minggu pertama Ujian Akhir Semester (UAS) di UGM. “Biasanya laporan praktikum saya langsung kerjakan setelah praktikum selesai. Jadi, setelah laprak selesai baru belajar buat ONMIPA ini,” ujarnya pada Senin (22/6). Ia berharap dapat meningkatkan prestasinya di tahun depan dan membawa UGM kembali menjadi juara umum.
Ketua Komunitas ONMIPA UGM, Noupal Dwi Arfa, menekankan pentingnya evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang. Menurutnya, meskipun UGM tidak berhasil mempertahankan gelar juara umum, hal ini harus menjadi motivasi untuk lebih baik. “Kita evaluasi kira-kira kita kurangnya di mana dari secara komunitas maupun dari pribadi sendiri, yaitu bentuk pembelajaran dan segala sesuatu. Kita harus belajar menjadi lebih baik,” ungkapnya.

















