Headline.co.id, Balikpapan ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat dalam mengevakuasi penumpang KM Mutiara Sentosa II yang mengalami insiden di perairan Masalembu, Jawa Timur. Insiden ini terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026, dan melibatkan kapal yang sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Balikpapan. Kemenhub memastikan bahwa seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha, menyatakan bahwa pihaknya segera mengerahkan tim penyelamat setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut. “Kami langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang,” ujar Arif dalam keterangan resminya. Tim penyelamat tiba di lokasi kejadian dalam waktu singkat dan memulai proses evakuasi.
Kapal KM Mutiara Sentosa II mengalami masalah teknis yang menyebabkan kapal tersebut terombang-ambing di tengah laut. Arif menjelaskan bahwa penyebab pasti insiden ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. “Kami akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab insiden ini dan mencegah kejadian serupa di masa depan,” tambahnya.
Sebanyak 150 penumpang dan 30 awak kapal berhasil dievakuasi ke kapal-kapal penyelamat yang dikerahkan oleh Kemenhub dan Basarnas. Proses evakuasi berlangsung lancar berkat cuaca yang mendukung dan koordinasi yang baik tim penyelamat. Para penumpang kemudian dibawa ke pelabuhan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kemenhub juga telah menyiapkan posko darurat di pelabuhan untuk memberikan bantuan dan informasi kepada keluarga penumpang. “Kami memahami kekhawatiran keluarga penumpang dan berkomitmen untuk memberikan informasi secepat mungkin,” kata Arif. Selain itu, Kemenhub juga bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa seluruh penumpang mendapatkan hak-haknya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dalam upaya meningkatkan keselamatan pelayaran, Kemenhub berencana untuk melakukan evaluasi terhadap prosedur keselamatan kapal penumpang. Arif menegaskan pentingnya pemeliharaan rutin dan pemeriksaan teknis terhadap kapal-kapal penumpang. “Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami, dan kami akan terus berupaya meningkatkan standar keselamatan pelayaran,” tegasnya.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan dan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat di laut. Kemenhub berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keselamatan pelayaran di Indonesia. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan insiden serupa dapat dicegah di masa mendatang.
Selain itu, Kemenhub juga menekankan pentingnya edukasi dan pelatihan bagi awak kapal dalam menghadapi situasi darurat. “Kami akan meningkatkan program pelatihan untuk awak kapal agar mereka lebih siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan di laut,” ujar Arif. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan kemampuan awak kapal dalam menangani situasi darurat.
Kemenhub juga berencana untuk memperketat pengawasan terhadap kondisi teknis kapal sebelum berlayar. “Kami akan memastikan bahwa setiap kapal yang berlayar telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan,” tambah Arif. Pengawasan ini diharapkan dapat mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.
Dengan berbagai langkah yang diambil, Kemenhub berharap dapat meningkatkan keselamatan pelayaran di Indonesia dan memberikan rasa aman bagi penumpang yang menggunakan transportasi laut. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan pelayaran di Indonesia,” tutup Arif.





















