Highlight Berita Detik-Detik KA Ambrawa Express Tertemper Truk di Blora, Dentuman Keras Terasa hingga Gerbong 4:
Headline.co.id, Blora ~ KA Ambrawa Express relasi Surabaya-Semarang tertemper sebuah truk di perlintasan kereta api wilayah Doplang-Sulur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 2026. Benturan keras menyebabkan suara dentuman dan getaran terasa hingga gerbong 4, tetapi tidak mengakibatkan korban di antara penumpang kereta. Perjalanan sempat terhenti sekitar satu jam karena lokomotif mengalami kerusakan dan harus diganti di Stasiun Sulur. Berdasarkan informasi saksi yang diterima penumpang, kecelakaan diduga terjadi karena pandangan pengemudi truk terhalang kebun jagung dan kendaraan lain di depannya.
Salah seorang penumpang KA Ambrawa Express, Nina Rohana, mengatakan kereta berangkat dari Surabaya sekitar pukul 06.00 WIB. Perjalanan berlangsung normal selama kurang lebih tiga jam sebelum penumpang mendengar suara benturan keras.
“Setelah berjalan sekitar tiga jam, tiba-tiba terdengar suara berdentum keras. Ternyata kereta menabrak truk di daerah Doplang-Sulur setelah Randublatung,” ujar Nina Rohana.
Nina berada di gerbong 4 ketika insiden tersebut terjadi. Menurut dia, benturan terasa cukup kuat meskipun gerbong yang ditempatinya tidak berada di bagian paling depan rangkaian kereta.
Peristiwa itu membuat para penumpang terkejut. Namun, Nina memastikan tidak ada penumpang yang mengalami luka akibat benturan tersebut.
“Dari penumpang tidak ada korban, cuma kaget karena benturannya agak keras terasa sampai gerbong saya yang nomor 4,” katanya.
Pandangan Sopir Truk Diduga Terhalang
Berdasarkan informasi saksi di lokasi yang diterima Nina, pengemudi truk diduga tidak melihat kereta yang sedang melintas. Pandangan pengemudi disebut terhalang kebun jagung serta kendaraan lain yang berada di depan truk.
“Menurut saksi yang melihat langsung, truk terhalang kebun jagung dan ada mobil di depan, jadi tidak melihat kereta. Katanya di lokasi itu memang sering terjadi kecelakaan karena tidak ada palang pintu,” tutur Nina.
Keterangan mengenai penyebab kecelakaan tersebut masih berdasarkan penuturan saksi yang diterima penumpang. Belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang dalam bahan informasi yang tersedia mengenai penyebab pasti maupun kronologi lengkap kejadian.
Nina juga memperoleh informasi bahwa pengemudi truk mengalami luka di bagian kepala. Bagian depan kendaraan tersebut dilaporkan hancur setelah terkena benturan, sedangkan bagian bak truk masih dalam kondisi utuh.
Tidak terdapat informasi lebih lanjut mengenai kondisi terkini pengemudi truk maupun penanganan medis yang diterimanya. Identitas pengemudi truk juga belum disebutkan dalam keterangan yang diperoleh penumpang.
Kereta Berhenti Sekitar Satu Jam
Setelah kecelakaan, KA Ambrawa Express sempat berhenti selama sekitar satu jam. Penghentian perjalanan dilakukan untuk menangani dampak benturan dan memastikan rangkaian dapat kembali bergerak dengan aman.
Kereta kemudian melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Sulur. Namun, lokomotif yang mengalami kerusakan akibat benturan harus diganti sebelum rangkaian dapat meneruskan perjalanan menuju Semarang.
“Sekarang kereta sudah bisa jalan menuju Stasiun Sulur untuk ganti lokomotif. Kami masih menunggu lokomotif pengganti dari stasiun lain, jadi belum tahu pasti kapan pergantiannya selesai,” terang Nina.
Para penumpang masih menunggu proses kedatangan dan pemasangan lokomotif pengganti. Proses tersebut diperlukan agar perjalanan menuju Semarang dapat dilanjutkan dengan rangkaian yang memenuhi aspek keselamatan operasional.
Nina mengatakan belum menerima informasi mengenai kompensasi dari pihak operator kereta api. Menurut dia, keterlambatan perjalanan yang dialami penumpang saat itu masih berkisar satu jam akibat penanganan insiden dan proses pergantian lokomotif.
Insiden ini tidak menimbulkan korban di kalangan penumpang KA Ambrawa Express. Meski demikian, kecelakaan menyebabkan kerusakan pada lokomotif, bagian depan truk, serta keterlambatan perjalanan kereta relasi Surabaya-Semarang.
Hingga informasi terakhir diterima, penumpang masih menunggu penyelesaian proses pergantian lokomotif di Stasiun Sulur. Belum diketahui secara pasti waktu keberangkatan kembali kereta untuk melanjutkan perjalanan menuju Semarang.




















