Highlight Berita Medan Curam Hambat Pemadaman Kebakaran Gunung Gedhe Imogiri, 300 Meter Persegi Lahan Sultan Ground Terbakar:
Headline.co.id, Bantul ~ Kebakaran melanda lahan hutan seluas sekitar 300 meter persegi di kawasan Gunung Gedhe, Dusun Nogosari 2 RT 05, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Kamis (30/7/2026) sore. Lahan yang terbakar merupakan kawasan Sultan Ground yang berada di perbukitan dan jauh dari permukiman warga. Petugas pemadam kebakaran, kepolisian, relawan, dan warga melakukan pemadaman secara manual karena medan curam tidak dapat dijangkau seluruhnya oleh kendaraan pemadam. Hingga proses pemantauan dilakukan, masih terdapat titik api yang belum padam sepenuhnya.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, Riyadi (46), warga yang berada di kawasan Mbulak Sawah Gedhe di sebelah barat Gunung Gedhe, melihat kepulan asap muncul dari arah timur perbukitan dengan jarak sekitar satu kilometer.
Setelah mengetahui adanya kepulan asap, Riyadi segera menyampaikan informasi tersebut kepada Kepala Dusun Nogosari 2. Keduanya kemudian menuju lokasi untuk memastikan kondisi kebakaran sekaligus memberitahukan peristiwa itu kepada warga sekitar.
“Setelah melihat adanya kepulan asap, saksi segera melaporkan kepada Kepala Dusun Nogosari 2. Keduanya kemudian melakukan pengecekan ke lokasi sekaligus memberitahukan warga. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Kalurahan Wukirsari yang berkoordinasi dengan Damkar Sektor Imogiri untuk melakukan pemadaman,” ujar Rita kepada Headline.co.id.
Laporan kebakaran kemudian ditindaklanjuti oleh petugas Damkar Sektor Imogiri. Proses pemadaman melibatkan Bhabinkamtibmas Kalurahan Wukirsari, Dukuh Nogosari 2, relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana Wukirsari, dan masyarakat setempat.
Medan Curam Sulit Dijangkau Armada Damkar
Petugas menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan medan curam. Kondisi tersebut membuat kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau seluruh titik yang dilalap api.
Petugas, relawan, dan warga akhirnya melakukan pemadaman secara manual. Mereka berupaya memutus jalur rambatan api untuk mencegah kebakaran menyebar ke kawasan hutan yang lebih luas.
“Lokasi kebakaran tidak seluruhnya dapat dijangkau armada Damkar sehingga pemadaman dilakukan secara manual dengan memutus rambatan api. Cara ini dilakukan agar kobaran api tidak menyebar ke area yang lebih luas,” kata Rita.
Upaya pemadaman juga dipengaruhi kondisi vegetasi di kawasan Gunung Gedhe. Lahan tersebut dipenuhi ranting pohon, dedaunan kering, serta sejumlah tanaman keras yang mudah terbakar ketika cuaca kering.
Rita menyebutkan tanaman yang tumbuh di kawasan itu antara lain pohon jati, sono, dan bambu. Material kering di permukaan tanah menyebabkan api dapat merambat dengan cepat dari satu titik ke titik lainnya.
Tidak Mengancam Permukiman Warga
Meskipun api membakar lahan sekitar 300 meter persegi, kebakaran tersebut tidak mengancam rumah warga. Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari kawasan permukiman dan berada di area perbukitan Sultan Ground.
Namun, petugas dan masyarakat tetap melakukan pemantauan di sekitar Gunung Gedhe. Langkah tersebut diperlukan karena masih ditemukan titik api yang belum dapat dipadamkan sepenuhnya.
Pemantauan juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali membesar akibat embusan angin maupun material kering yang masih terdapat di sekitar lokasi kebakaran.
Sementara itu, penyebab kebakaran lahan hutan di Gunung Gedhe masih dalam proses penyelidikan. Kepolisian belum menyimpulkan sumber api yang memicu terbakarnya kawasan perbukitan tersebut.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan maupun perbukitan, terutama saat kondisi vegetasi sedang kering,” ujar Rita.
Polres Bantul meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan hutan dan perbukitan. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila melihat asap atau tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Warga bersama petugas juga masih terus melakukan pemantauan hingga dipastikan api benar-benar padam,” pungkas Rita.





















