Headline.co.id, Bener Meriah ~ Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PPR) Pusat melakukan evaluasi penanganan pascabencana di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa pendataan kerusakan dan pelaksanaan rehabilitasi sesuai dengan standar pemerintah pusat, sehingga proses pemulihan dapat dipercepat.
Tim Satgas PPR dipimpin oleh Laksamana Pertama TNI Nouldy Jan Tangka. Turut hadir perwakilan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai (BWS), Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), serta sejumlah instansi terkait lainnya. Kedatangan mereka disambut oleh Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, dan Wakil Bupati di Pendopo Bupati.
Dalam sambutannya, Bupati Tagore Abubakar mengapresiasi komitmen pemerintah pusat yang terus mendampingi daerah sejak bencana terjadi hingga tahap pemulihan. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah pusat,” ujar Tagore.
Rapat koordinasi yang digelar membahas perkembangan penanganan pascabencana, mulai dari pendataan kerusakan hingga progres rehabilitasi berbagai sektor strategis. Evaluasi mencakup kondisi infrastruktur jalan, lahan pertanian, sawah, kebun kopi, sarana pendidikan, rumah ibadah, serta fasilitas kesehatan seperti puskesmas yang terdampak bencana.
Selain meninjau capaian program rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah berjalan, tim juga membahas langkah lanjutan untuk memastikan proses pemulihan dapat berlangsung lebih efektif sesuai dokumen dan perencanaan pemerintah. Laksamana Pertama TNI Nouldy Jan Tangka menegaskan bahwa kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh data kerusakan terdokumentasi secara akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi oleh kementerian dan lembaga terkait. “Data yang akurat sangat penting untuk penyusunan kebijakan yang tepat,” katanya.
Usai rapat koordinasi, Satgas PPR bersama pemerintah daerah meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana. Peninjauan lapangan dilakukan untuk mencocokkan kondisi riil dengan hasil pendataan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan yang masih diperlukan. Mengingat sebagian wilayah masih memiliki potensi longsor susulan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan lokasi yang menjadi prioritas penanganan.
Kegiatan monitoring ditutup dengan foto bersama jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, kepala perangkat daerah, dan Tim Satgas PPR Pusat sebagai simbol komitmen bersama mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Bener Meriah.













