Headline.co.id, Banda Aceh ~ Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Aceh menjalin kerja sama dengan Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) untuk memperkuat edukasi bagi remaja dalam upaya mencegah pernikahan dini. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pelaksanaan Training of Trainers (TOT) Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang diikuti oleh 32 mahasiswa terpilih di Kampus UUI, Banda Aceh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Duta GenRe Aceh yang menggunakan model Remaja Aktif Naikkan Usia Perkawinan (RANUP). Tujuannya adalah untuk memperkuat peran generasi muda dalam memberikan edukasi kepada sesama remaja. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Aceh, Safrina Salim, menekankan pentingnya penguatan PIK-R di lingkungan perguruan tinggi agar informasi mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan berkeluarga dapat disampaikan secara efektif melalui pendekatan teman sebaya.
“Penguatan PIK-R di lingkungan perguruan tinggi menjadi langkah penting agar informasi mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan berkeluarga dapat disampaikan secara efektif melalui pendekatan teman sebaya,” ujar Safrina, Rabu (29/7/2026).
Menurut Safrina, remaja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan komunikasi yang baik akan lebih mudah mengajak teman sebayanya untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menghindari perilaku berisiko, serta menyiapkan masa depan yang lebih terencana. Di UUI, penguatan edukasi ini didukung melalui PIK-R SEHATI UUI (Sentra Edukasi, Harmoni, dan Inspirasi) yang telah memiliki legalitas melalui Surat Keputusan Rektor sebagai wadah edukasi dan konseling bagi mahasiswa.
Sementara itu, Duta GenRe Aceh, Aulya Gifar Firnanda, menyatakan bahwa program RANUP difokuskan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) sebagai salah satu strategi mencegah berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda. “Program RANUP difokuskan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) sebagai salah satu strategi mencegah berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda,” kata Aulya.
Selain mendapatkan materi mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan berkeluarga, peserta juga dibekali keterampilan public speaking, teknik konseling sebaya, serta advokasi. Bekal tersebut diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang aktif mengedukasi remaja dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami.
Melalui kolaborasi ini, Kemendukbangga/BKKBN Aceh dan UUI berharap semakin banyak remaja yang memiliki pemahaman mengenai pentingnya pendewasaan usia perkawinan dan mampu menjadi pelopor dalam membangun generasi Aceh yang sehat, berkualitas, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

















