Headline.co.id, Makassar ~ Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan peran strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Hal itu disampaikan saat menghadiri Seminar Nasional KDKMP Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 700 peserta dari unsur pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat untuk membahas pengembangan koperasi sebagai pusat layanan ekonomi yang terintegrasi.
Dalam seminar itu, Zulkifli Hasan yang akrab dipanggil Zulhas menjelaskan bahwa KDKMP tidak hanya dibangun sebagai lembaga usaha. Koperasi tersebut disiapkan untuk menghubungkan petani, nelayan, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi desa.
KDKMP Menjadi Pusat Layanan Ekonomi Desa
KDKMP akan menjalankan sejumlah fungsi yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan pangan di tingkat desa. Koperasi ini diproyeksikan menjadi off-taker komoditas, simpul logistik desa, penyalur subsidi, serta penggerak program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Melalui fungsi tersebut, KDKMP diharapkan dapat memperkuat hubungan produksi masyarakat desa dan kebutuhan pasar. Petani serta nelayan akan terhubung dengan koperasi, pemerintah, pelaku usaha, dan mitra strategis lainnya dalam sistem yang lebih terintegrasi.
Di tingkat desa, KDKMP juga akan menghadirkan berbagai unit usaha. Unit tersebut mencakup toko sembako, layanan simpan pinjam, klinik desa, apotek, serta gudang penyimpanan atau cold storage. Fasilitas-fasilitas itu akan terhubung dengan badan usaha milik negara (BUMN) dan mitra strategis lainnya.
Perkembangan KDKMP secara Nasional
Pemerintah mencatat perkembangan KDKMP secara nasional telah menunjukkan capaian yang signifikan. Hingga saat ini, sebanyak 83.382 koperasi telah berbadan hukum.
Selain itu, 79.708 koperasi telah memiliki akun Simkopdes dan 60.801 koperasi telah memiliki Nomor Induk Berusaha. Data tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat legalitas, administrasi, dan kesiapan operasional koperasi desa.
Dari sisi pembangunan fisik, terdapat 35.857 titik lahan yang siap dibangun. Sebanyak 16.180 unit masih dalam proses pembangunan, sementara 19.222 unit telah selesai 100 persen.
Data pembangunan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk melanjutkan percepatan operasionalisasi KDKMP. Pemerintah juga menyiapkan percepatan pembangunan sekitar 35.000 unit hingga Agustus 2026.
Pemerintah Perkuat Tata Kelola dan Pembiayaan
Untuk memastikan KDKMP dapat berjalan, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah pendukung. Langkah itu meliputi penguatan tata kelola, dukungan pembiayaan, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta BUMN.
Seminar Nasional KDKMP di Makassar menjadi ruang dialog untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai program tersebut. Forum itu juga digunakan untuk meluruskan disinformasi dan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi desa.
Kehadiran Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan keterlibatan lintas sektor dalam pengembangan KDKMP. Peserta seminar berasal dari unsur pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.
Pemerintah ingin memastikan KDKMP benar-benar berfungsi sebagai motor ekonomi rakyat dari bawah. Koperasi yang berjalan aktif diharapkan dapat mendorong kemandirian desa, memperkuat daya tawar petani dan nelayan, serta membuat distribusi pangan lebih efisien.
Dengan penguatan kelembagaan, pembangunan fisik, pembiayaan, dan koordinasi antarinstansi, KDKMP diarahkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menghubungkan ketahanan pangan dengan pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari desa.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















